Wilmar Bangun Sekolah Senilai Rp9,8 M di Tengah Kebun Sawit

Wilmar Bangun Sekolah Senilai Rp9,8 M di Tengah Kebun Sawit


Wilmar Bangun Sekolah Senilai Rp9,8 M di Tengah Kebun Sawit

Wilmar Bangun Sekolah Senilai Rp9,8 M di Tengah Kebun Sawit
Wilmar Bangun Sekolah Senilai Rp9,8 M di Tengah Kebun Sawit

Salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang perkebunan Wilmar Internasional

menunjukkan komitmennya untuk menjalankan kewajibannya pada program Coorporate Social Responsility (CSR). Sejumlah program tanggung jawab social dikemas dengan sangat baik, terutama program pendidikan. Mereka membangun dua sekolah yang nilainya lebih dari Rp15 miliar di Pasaman Barat dan Solok Selatan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan di Guest House salah satu anak perusahaan Wilmar, PT AMP di Kecamatan Palembayan, Agam, tengah pekan ini.

Pada pertemuan tersebut, Head Plantations Wilmar Indonesia, Gurcharan Singh menyebutkan, sekolah yang mereka bangun tersebut murni dikelola pihaknya. Di Pasaman Barat, kata Gurcharan, pihaknya menghabiskan dana hingga Rp 9,8 M untuk membangun sekolah bagi 615 siswa yang mengeyam pendidikan dari tingkat TK, SD dan SMP di satu komplek sekolah itu.

“Sekolah itu berada di dalam lahan perkebunan sawit yang dikelola PT Gersindo. 75-80 persen siswa

yang sekolah adalah anak-anak karyawan kami. Siswanya, adalah anak-anak dari masyarakat sekitar,”kata Gurcharan yang didampingi GM Wilmar Grup Region Sumatera I, Low Kim Seng, AGM Sumbar, Jeffry Gugkang, Coorporate Secretary, Johannes dan staff Wilmar di wilayah Agam dan Pasaman Barat.

Keberadaan sekolah ini sendiri sudah ada sejak tahun 1995 silam. Saat itu, kondisinya tentu masih apa adanya. Namun, sejak tahun 2014 silam, Gurcharan yang baru pulang dari lawatan ke China, melakukan renovasi terhadap sekolah binaan mereka yang berada di wilayah perkebunan mereka di Pasaman Barat (Pasbar) dan Solok Selatan (Solsel).

“Sepulang dari lawatan ke China, saya mendapat inspirasi untuk melakukan hal serupa di sini

(Pasbar dan Solsel). Seluruhnya saya adopsi. Dari awal pembangunan hingga metode pengelolaannya. Hal ini jadi komitmen kami terhadap dunia pendidikan, termasuk merawatnya,”katanya.

Sejak awal, kata pria yang lama berkiprah di kebun Sawit di Sumbar ini, ia langsung turun bersama staff untuk mengawasi pembangunan. Seluruh pembangunan sekolah ini dikerjakan kontraktor lokal dengan tetap berada dalam pengawasan dan pelatihan Wilmar. Selain itu, desain dan konstruksi langsung dipegang perusahaan.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/z6b2/badminton-sports-history