Wapres JK Berharap Guru Indonesia Melek Teknologi

Wapres JK Berharap Guru Indonesia Melek Teknologi


Wapres JK Berharap Guru Indonesia Melek Teknologi

Wapres JK Berharap Guru Indonesia Melek Teknologi
Wapres JK Berharap Guru Indonesia Melek Teknologi

Jakarta- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berharap guru-guru di Indonesia lebih sadar akan teknologi,

kemudian menggunakannya dalam sistem pembelajaran terhadap siswa di sekolah.

“Tugas Pemerintah dan tugas Menteri (Pendidikan dan Kebudayaan) adalah untuk melengkapi dan memberikan peralatan yang dapat mengejar teknologi,” katanya dalam Dialog Publik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Gedung PGRI Jakarta, Selasa (10/7/2018)

Akan tetapi, kata Jusuf Kalla, tugas PGRI adalah melatih anggotanya, melatih guru-guru untuk menyesuaikan atau mengejar ketertinggalan teknolog.

Wapres menegaskan bahwa perkembangan teknologi perlu untuk meningkatkan nilai tambah dalam produktivitas di bidang industri sehingga dapat membawa kemajuan suatu negara.

Oleh karena itu, peran guru yang melek teknologi sangat diperlukan untuk mempersiapkan generasi bangsa

dalam menghadapi perubahan global.

“Teknologi itu datangnya dari Pendidikan. Tidak ada teknologi yang datangnya tiba-tiba. Semuanya melalui tahapan-tahapan pendidikan yang sesuai, yang diperoleh di sekolah ataupun melalui ‘research’ dari kita semua ini,” jelasnya.

Sekolah dan pendidikan menjadi kunci bagi suatu bangsa untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Negara dengan sumber daya manusia melek teknologi dapat membawa kemajuan melalui inovasi bagi negara tersebut.

“Negara yang begitu maju pendidikannya, maka teknologinya pasti maju, pasti memiliki nilai tambah

dan inovasinya akan maju. Maka, cita-cita kita, sesuai di UUD 1945, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mencerdaskan itu hanya bisa diperoleh dari sekolah atau pelatihan-pelatihan,” jelasnya seperti dilansir Antara.

Meskipun saat ini telah memasuki era 4.0, segala sesuatu dikerjakan secara otomasi atau menggunakan robot, Wapres menegaskan bahwa peran sumber daya manusia tetap perlu guna meningkatkan produktivitas.

“Semuanya tidak bisa diandalkan pada robot. Bagaimana pun juga manusia tetap lebih pintar dari robot dalam segala hal. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan anak-anak kita lewat pendidikan,” ujarnya.

 

Baca Juga :