Umum

TABUNGAN DAN DEPOSITO DALAM BANK SYARIAH.

TABUNGAN DAN DEPOSITO DALAM BANK SYARIAH.

Seseorang yang ingin menabung di bank syariah dapat memilih antara akad al-wadiah atau al-mudharabah. Meskipun jenis produk tabungan di bank syariah mirip dengan bank konvensional, yaitu giro, tabungan, dan deposito, namun dalam bank syariah terdapat perbedaan-perbedaan yang prinsipil seperti yang kami jelaskan berikut ini :

TABUNGAN

Bank syariah menerapkan dua akad dalam tabungan, yaitu wadi’ah dan mudharabah. Tabungan yang menerapkan akad wadi’ah mengikuti prinsip-prinsip wadi’ah yad adh-dhamanah. Artinya tabungan ini tidak mendapatkan keuntungan karena ia titipan dan dapat diambil sewaktu-waktu dengan menggunakan buku tabungan atau media lain seperti ATM. Tabungan yang berdasarkan akad wadi’ah ini tidak mendapatkan keuntungan dari bank karena sifatnya titipan. Akan tetapi, bank tidak dilarang jika ingin memberikan semacam bonus/hadiah.

Tabungan yang menerapakan akad mudharabah mengikuti prinsip-prinsip akad mudharabah. Di antaranya sebagai berikut.

  1. Keuntungan dari dana yang digunakan harus dibagi antara shahibul maal (nasabah) dan mudharib (bank).
  2. Adanya tenggang waktu antara dana yang di berikan dengan keuntungan yang dibagikan, karena melakukan investasi dengan memutarkan dana itu diperlukan waktu yang cukup.

Terdapat spesifikasi umum produk tabungan diantaranya

  1. Penabung adalah anggota masyarakat secara pribadi.
  2. Penyetoran, penarikan, dan perubahan saldo tabungan dicatat oleh bank dalam rekening tabungan atas nama penabung.
  3. Penutupan rekening tabungan yang dilakukan selama saldo mengendap selama satu bulan sejak setoran pertama tidak akan mendapatkan hasil keuntungan.
  4. Penyetoran dan penarikan dapat dilakukan pada jam buka kas di kantor bank Muamalat di seluruh Indonesia.
  5. Bagi hasil akan dihitung setiap bulannya berdasarkan keuntungan bank dan nisbah yang telah ditetapkan.
  6. Slip setoran dinyatakan sah apabila telah dibubuhi stempel teller.
  7. Bank maupun penabung sewaktu-waktu berhak menghentikan hubungan rekening tabungan dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya.
  8. Transaksi rekening tabungan yang tidak menggunakan ATM akan dicatat dalam buku tabungan yang telah ditetapkan bank, sedangkan nisbah yang memiliki fasilitas ATM akan menerima statement.

Ketentuan Teknis.

Ketentuan teknis tabungan yang berlaku pada prinsip perbankan pada umumnya juga berlaku dalam tabungan bank syariah. Misalnya, nasabah harus menyerahkan fotokopi KTP, mengisi formulir, menandatangani spesimen tanda tangan. Demikian pula dalam hal pembukaan dan penutupan rekenin, penarikan dan pemindahan dana, dan sebagainya.

DEPOSITO

Bank syariah menerapkan akad mudharabah untuk deposito. Seperti dalam tabungan, dalam hal ini nasabah (deposan) bertindak sebagai shahibul maal dan bank selaku mudharib. Penerapan mudharabah terhadap deposito dikarenakan karena kesesuaian yang terdapat di antara keduanya. Misalnya, seperti yang dikemukakan di atas bahwa akad mudharabah mensyaratkan adanya tenggang waktu antara penyetoran dan penarikan agar dana itu bisa diputarkan. Tenggang waktu ini merupakan salah satu sifat deposito, bahkan dalam deposito terdapat pengaturan waktu, seperti 30 hari, 90 hari dan seterusnya.

Terdapat spesifikasi umum produk deposito diantaranya :

  1. Merupakan simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan saat jatuh tempo.
  2. Deposito dapat diperpanjang secara otomatis.
  3. Jangka waktu yang dapat dipilih 1, 3, 6, dan 12 bulan.
  4. Peserta deposito perorangan dapat diikutsertakan umroh untuk 12 orang/tahun dengan cara diundi.
  5. Untuk deposito perorangan, setoran minimal Rp. 1.000.000,-.

Ketentuan Teknis.

Deposito dalam bank syariah juga mengikuti ketentuan bank teknis, seperti syarat-syarat pembukaan, penutupan, formulir pembukaan, bilyet, spesimen tanda tangan, dan sebagainya. Sebagaimana tabungan yang berdasarkan prinsip mudharabah, deposito yang berdasarkan mudharabah juga mendapatkan keuntungan/bagi hasil dari keuntungan bank.

Sumber: https://multiply.co.id/