SMKN 1 Mundu Cirebon Bekali Siswa dengan Basic Safety Training

SMKN 1 Mundu Cirebon Bekali Siswa dengan Basic Safety Training


SMKN 1 Mundu Cirebon Bekali Siswa dengan Basic Safety Training

SMKN 1 Mundu Cirebon Bekali Siswa dengan Basic Safety Training
SMKN 1 Mundu Cirebon Bekali Siswa dengan Basic Safety Training

SMKN 1 Mundu Cirebon memberikan program keterampilan

kepada siswa untuk meningkatkan potensi dalam memasuki dunia kerja. Program tersebut berupa pelatihan kelautan yaitu Diklat Basic Safety Training (BST). BST merupakan pembekalan untuk para pelaut atau calon pelaut dibidang keterampilan yang berstandar dan bersertifikasi sesuai ketentuan.

Wakil Kepala SMKN 1 Mundu Cirebon Bidang Hubungan Industri, Rachmat Indrianto mengatakan standard dan sertifikasi Diklat BST, sesuaidengan ketentuan konvensi internasional (STCW 1995) Amandemen 2010 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, telah mendapat pengesahan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan, Jakarta.

“Sertifikasi tersebut merupakan syarat orang untuk bekerja di laut

yang berlaku secara internasional dengan berstandar STCW 1995 Amandemen 2010 oleh IMO (International Maritime Organization),” ujar Rachmat saat ditemui di SMKN 1 Mundu Cirebon, Jl. Kalijaga Mundu Pesisir, Kabupaten Cirebon, Rabu (2/1/2019).

Rachmat mengatakan diklat tersebut melatih peserta dalam konsep, prinsip dan teknik penyelamatan diri, pencegahan kebakaran dan pemadaman kebakaran, pertolongan pertama kecelakaan, keamanan diri dan tanggung jawab sosial di kapal, sesuai dengan peraturan.

Selain itu, sasaran dari pelaksanaan Diklat BST adalah mencetak pelaut pemula dan pelaut berpengalaman, sebagai bagian dari awak kapal yang bertanggung jawab untuk keamanan dan pencegahan polusi dalam pengoperasian kapal.

Materi yang dipelajari diantaranya adalah Elementary First Aid

(IMO Model Course 1.13), Personal Survival Techniques (IMO Model Course 1.19), Fire Prevention and Fire Fighting (IMO Model Course 1.20), Personal Safety and Social Responsibilities (IMO Model Course 1.21), dan Review and Assessment.

“Mesin kapal dikirim lengkap dari pemerintahan pusat. Di SMKN 1 Mundu Cirebon juga terdapat area simulasi bertahan hidup di laut. Selain itu, sekarang standar sekoci harus tertutup dan ada total 16 orang yang masuk,” ujar Rachmat.***

 

Sumber :

https://nashatakram.net/fardu-rukun-shalat/