Umum

SEJARAH DAKWAH ISLAM

SEJARAH DAKWAH ISLAM

Sejak Nabi Muhammad saw. diutus sebagai nabi dan rasul Allah untuk menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia di muka bumi, dakwah Islam mulai disebarkan dan dikobarkan tanpa mengenal lelah dan putus asa. Nilai-nilai ajaran Islam mulai diajarkan dan ditanamkan kepada kaum muslimin, baik nilai ubudiyah, muamalah, maupun nilai ilmiah. Hal ini menumbuhkan semangat dalam mengamalkan ajaran Islam, baik dalam bentuk ibadah (ubudiyah), tata pergaulan dengan sesama (muamalah), maupun semangat dalam mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan ilmiah. Dari masa ke masa, sejak masa Rasulullah, Khulafaur rasyidin, bani Umayyah, bani Abbasiyah, hingga sekarang, semangat keilmuan kaum muslimin itu terus terpelihara dan semakin berkembang pesat. Berikut uraiannya.

SEJARAH PERTUMBUHAN ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM SAMPAI MASA DAULAHABBASIYAH

Kaum muslimin diperintahkan untuk mencari, mengkaji, dan mengembangkan ilmu pengetahuan menggunakan akal pikirannya. Atas dasar itu, umat Islam melakukan berbagai pengkajian dan penelitian terhadap berbagai ilmu, baik ilmu keagamaan maupun ilmu alam. Sejarah umat manusia mencatat bahwa umat Islam telah berjasa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di masanya.

Pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam terbagi pada empat periode, yaitu sebagai berikut.

  1. Periode Kenabian

Pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan Islam telah terjadi sejak zaman Rasulullah mulai mendakwahkan Islam. Wahyu pertamanya, ialah surah al-`Alaq ayat 1-5 yang mengandung nilai-nilai spirit ilmu pengetahuan. Di dalam wahyu tersebut terdapat perintah untuk membaca. Allah Swt. pun menegaskan bahwa hakikat ilmu datangnya dari Allah dan awalnya manusia tidak mengetahui apa-apa. Kata Iqra’ pada ayat ke-1 surah al-`Alaq memiliki makna yang beragam, seperti membaca, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu, dan sebagainya. Semua itu terangkum dalam kata membaca, baik teks yang tersurat seperti Al-Qur’an dan al-hadis maupun teks yang tersirat seperti alam semesta.

Pada masa Rasulullah saw., ilmu pengetahuan yang lebih banyak berkembang adalah ilmu-ilmu pokok tentang agama (usuluddin) dan ilmu akhlak (moral). Meskipun tidak sepesat ilmu agama dan akhlak, bidang ilmu-ilmu lainnya tetap berkembang. Pada zaman Rasulullah saw. proses pengkajian ilmu yang lebih sistematis mulai dilakukan, diantaranya dasar-­dasar ilmu tafsir yang dikembangkan oleh para sahabat Rasulullah saw.

Di antara para ahli tafsir pada masa kenabian, yaitu para khalifah yang empat. Mereka adalah Abu Bakar As-Siddig, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Talib. Selain itu banyak juga para sahabat lain selain para khalifah, seperti Ibnu Mas`ud, Ibnu Abbas, Ubay Ibnu Ka’ab, Zaid bin Sabit, Abu Musa Asy`ari, dan Abdullah bin Zubair. Dari kalangan khalifah, yang paling banyak dikenal riwayatnya tentang tafsir adalah Ali bin Abi Talib, karena mungkin dialah yang paling banyak menimba ilmu dari Rasulullah saw.

Ilmuwan lain di bidang tafsir yang terkemuka pada waktu itu adalah Abdullah bin Abbas, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Abbas. Ibnu Abbas adalah anak paman Rasulullah saw., Abbas bin Abdullah bin Abdul Mutalib, sekaligus ia juga murid dari Rasulullah sendiri. Ibnu Abbas dikenal sebagai ahli tata bahasa Arab dan penerjemah Al-Qur’an.

Selain Ibnu Abbas, sahabat nabi yang termasuk ahli tafsir ialah Abdullah bin Mas`ud. Ia lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Mas` ud. Ibnu Mas’ud adalah salah seorang sahabat pertama yang paling muda usianya ketika masuk Islam, yakni pada usia 6 tahun.

Selain ilmu tafsir, ilmu pengetahuan keagamaan lain yang juga tumbuh dan berkembang pada masa Rasulullah saw. adalah ilmu tasawuf. Di bidang tasawuf terdapat para ahli dan ulama yang telah berjasa mengembangkan dan menggalinya serta melestarikannya sampai masa sekarang. Pada masa kenabian, terdapat banyak kaum sufi yang tekun mengembangkan ilmu tasawuf. Kaum sufi yaitu kaum yang menyebarkan ajaran Islam ke berbagai belahan dunia. Pada zaman Rasulullah saw., mereka mempelajari Al-Qur’an secara langsung kepada Rasulullah saw. dan menyediakan dirinya semata¬≠mata untuk Allah Swt. dan Rasul-Nya.

Pada masa Rasulullah saw. juga terdapat banyak aktivitas keilmuan, baik yang dilakukan oleh Rasulullah saw. sendiri, yang dilakukan bersama para sahabatnya, maupun yang dilakukan oleh para sahabat beliau secara mandiri. Di antara aktivitas keilmuan yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat pada waktu itu adalah sebagai berikut.

Baca juga: