Pendidikan

Permendikbud tentang Kekerasan di Sekolah Tak Berjalan Efektif

Permendikbud tentang Kekerasan di Sekolah Tak Berjalan Efektif

Permendikbud tentang Kekerasan di Sekolah Tak Berjalan Efektif

Permendikbud tentang Kekerasan di Sekolah Tak Berjalan Efektif
Permendikbud tentang Kekerasan di Sekolah Tak Berjalan Efektif

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai Peraturan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 85/2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan tidak berjalan efektif.

Pasalnya, tren tindak kekerasan, terutama kekerasan seksual di sekolah terus meningkat.

Perundungan masih menjadi kasus yang paling banyak dialami pelajar

. Motif lainnya antara lain, penganiayaan hingga menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: UN Masih Berlaku dengan Soal Tingkat Tinggi, Sekolah Gencar Latih Para Siswa

Pelaku dan korbannya tidak hanya melibatkan sesama pelajar, tetapi juga guru, kepala sekolah dan alumni.

Ketua KPAI Susanto menegaskan, kasus kekerasan yang ada di satuan pendidikan harus diperhatikan serius oleh Kemendikbud.

Menurut dia, sikap pelajar yang diduga terpapar benih paham menyimpang

juga mulai bermunculan di lingkungan sekolah dasar dan menengah.

“Saat ini tentu harus menjadi concern besar bagi mas menteri agar kasus kekerasan di satuan pendidikan ini bisa dicegah sejak dini. Apalagi Permendikbud Nomor 82/2015 memang belum efektif dari sisi mencegah terjadinya kekerasan di satuan pendidikan,” kata Susanto setelah beraudiensi dengan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019.

Ia mengatakan, bentuk kekerasan yang terjadi di antara sesama pelajar, senior dengan junior, alumni dengan adik kelas, guru dengan pelajar.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/