Kesehatan

Penyakit Pes: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dll

Penyakit Pes: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dll

Ada banyak tipe penyakit beresiko yang mengintai kita tiap-tiap harinya. Bahkan, sebagian di antaranya sampai sanggup mengakibatkan kematian! Salah satu dari penyakit beresiko nan mematikan berikut adalah penyakit pes. Ketahui lebih lanjut perihal penyakit ini mulai dari ciri dan gejala, penyebab, cara mengobati, sampai cara mencegahnya.

Apa Itu Penyakit Pes?
Penyakit pes (plague) adalah tipe penyakit yang terjadi ketika seseorang terinfeksi bakteri, tepatnya bakteri bernama Yersina pestisia. Sedikit menengok ke belakang, penyakit ini dulu jadi epidemi di Benua Eropa pada abad ke-14. Tidak tanggung-tanggung, wabah pes—atau dikenal sebagai The Black Death—disebut-sebut menewaskan kira-kira 50 juta orang atau 60 prosen dari keseluruhan populasi manusia di benua biru tersebut.

Penyakit pes sejatinya terjadi ketika seseorang tergigit oleh semacam kutu yang mana kutu berikut di awalnya hinggap dan menghisap darah hewan pengerat (terutama tikus) yang udah terinfeksi bakteri Yersinia pestisia. Selain itu, penyakit yang terhitung dulu melanda Bumi Pertiwi pada awal abad ke-20 berikut terhitung sanggup tertular apabila seseorang kontak segera dengan tikus, terhitung menyentuh urine dan feses.

Ciri dan Gejala Penyakit Pes
Penyakit ini ditandai oleh sejumlah ciri dan gejala yang kebanyakan terjadi sepanjang 2-6 hari pasca terjadinya infeksi. Sayangnya, gejala penyakit pes yang muncul pertama kali kelihatan layaknya penyakit flu biasa sehingga acap kali telat terdeteksi.

Berikut adalah gejala pes yang perlu Anda ketahui dan waspadai:

Demam
Kepala pusing
Tubuh mulai lelah
Nyeri otot
Mual
Muntah
Diare
Pembengkakan kelenjar getah bening di sejumlah area tubuh (leher, ketiak, paha, selangkangan)
Sementara didalam perkembangannya, penderita pes bakal mengalami gejala-gejala benar-benar seperti:

Kejang
Batuk disertai darah
Syok
Nyeri dada
Sesak napas
Perubahan warna kulit jadi hitam, khususnya di area tangan, kaki, dan hidung
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Mengingat tanda-tanda pes ini sama layaknya gejala flu biasa, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter apabila gejala yang dirasakan udah terjadi lebih dari 6 hari dan intensitasnya makin bertambah.

Penanganan medis sedini barangkali dibutuhkan guna menambah kesempatan kesembuhan dari penyakit ini.

Penyebab Penyakit Pes
Bukan tanpa alasan mengapa seseorang sanggup terkena penyakit ini. Seperti yang udah dijelaskan di atas, penyebab penyakit pes adalah bakteri Yersinia pestisia.

Bakteri ini hidup dan bertumbuh kembang di tubuh hewan pengerat, khususnya tikus. Kendati demikian, bukan tidak barangkali Y. pestisia terhitung sanggup hinggap di sejumlah spesies hewan lainnya layaknya domba, anjing, sampai unta, walaupun jarang terjadi.

Ada 2 (dua) cara penularan bakteri ini kepada manusia, yaitu:

Kontak langsung, yaitu ketika seseorang menyentuh tubuh, urine, maupun feses dari hewan tikus yang udah terinfeksi.
Kutu, yaitu ketika seseorang tergigit oleh kutu yang mana kutu berikut di awalnya hinggap dan menghisap darah tikus yang udah terinfeksi.
Begitu bakteri masuk ke didalam tubuh manusia, maka mikroorganisme ‘jahat’ ini segera menginfeksi kelenjar getah bening sampai akhirnya mengalami peradangan (inflamasi). Setelah dari kelenjar getah bening, infeksi sesudah itu menjalar ke organ-organ dan jaringan tubuh yang lainnya.

Faktor Risiko Penyakit Pes
Terinfeksinya seseorang oleh bakteri pes dipicu oleh sejumlah segi risiko. Faktor-faktor risiko yang dimaksud berikut di antaranya sebagai berikut:

Lingkungan area tinggal yang kotor.
Bekerja di area yang berpotensi kontak segera dengan tikus (pembasmi hama, pekerja bangunan, petugas kebersihan).
Berada di area yang jadi habitat tikus (hutan, area pembuangan sampah, dsb.).
Memelihara tikus atau hewan pengerat lainnya.
Diagnosis Penyakit Pes
Guna memastikan apakah gejala yang Anda alami berkenaan dengan pes, maka sejumlah pemeriksaan medis perlu dilakukan. Ada 3 (tiga) tahapan diagnosis yang bakal diterapkan pada persoalan ini, yaitu anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

1. Anamnesis
Pertama-tama, dokter bakal mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien berkenaan dengan keluhan yang dirasakan. Pertanyaan-pertanyaan berikut di antaranya meliputi:

Gejala apa saja yang dirasakan?
Sudah berapa lama situasi ini berlangsung?
Apakah dulu mengalami situasi layaknya ini sebelumnya?
Apakah punya hewan peliharaan?
Apakah baru-baru ini kontak segera dengan hewan terkait?
Apakah punya alergi obat?
2. Pemeriksaan Fisik
Setelah itu, dokter bakal melanjutkan ke tahap pemeriksaan fisik. Pemeriksaan termasuk analisis gejala fisik yang terkandung pada tubuh pasien dengan mengacu pada gejala penyakit pes pada umumnya.

Selain itu, dokter terhitung bakal melakukan prosedur pemeriksaan fisik standar layaknya mengukur tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah pasien.

3. Pemeriksaan Penunjang
Sementara itu, untuk menguatkan diagnosis, dokter terhitung bakal menerapkan pemeriksaan penunjang pada pasien.

Dalam persoalan pes, pemeriksaan penunjang yang dilaksanakan layaknya pengambilan sampel darah, saliva, sampai biopsi jaringan tubuh untuk setelah itu dianalisis lebih lanjut di laboratorium guna mencari tahu apakah tersedia persentase bakteri Y. pestisia di dalamnya.

Jenis-Jenis Penyakit Pes
Hasil diagnosis sesudah itu bakal mengarah kepada 3 (tiga) tipe pes yang diderita oleh pasien, yaitu antara septicemia plague, pneumonic plague, dan bubonic plague.

1. Septicemia Plague
Septicemia plague adalah tipe pes yang menyerang darah. Penderita penyakit ini bakal mengalami sejumlah gejala awal berupa:

Demam
Meriang
Muntah
Sakit perut
Diare
Perdarahan pada anus, mulut, dan hidung
Selain itu, septicemia plague ini sanggup dikenali dari gejala khas berwujud menghitamnya kulit di area kaki, tangan, dan hidung. Kondisi berikut disebabkan oleh jaringan yang mati akibat infeksi.

2. Pneumonic Plague
Sesuai dengan namanya, pneumonic plague adalah tipe penyakit pes yang menyerang organ pernapasan yaitu paru-paru. Gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

Demam
Meriang
Batuk
Sesak napas
Oleh gara-gara tipe pes yang satu ini menyerang sistem pernapasan, maka pasien bakal terancam keselamatan jiwanya kalau tidak segera mendapat pemberian medis.

3. Bubonic Plague
Pada persoalan bubonic plague, kelenjar getah bening jadi bagian yang terdampak. Jenis pes yang satu ini mengakibatkan penderitanya mengalami sejumlah gejala yaitu:

Pembengkakan kelenjar getah bening
Demam
Sakit kepala
Nyeri otot
Tubuh mulai lelah
Pengobatan Penyakit Pes
Pes adalah penyakit yang perlu ditangani secara medis, oleh gara-gara penyakit ini masuk ke didalam kategori penyakit beresiko dan sanggup mengakibatkan kematian.

Pasien penderita penyakit pes perlu dirawat inap dan bakal merintis prosedur pengobatan berupa:

Pemberian antibiotik (ciprofloxacin, gentacimin)
Pemberian cairan infus (IV)
Pemberian oksigen sebagai medium pernapasan (apabila infeksi terjadi di paru-paru)
Karantina sepanjang pengobatan
Lamanya pengobatan bervariasi, tergantung dari seberapa gawat situasi yang dialami oleh pasien. Idealnya, pasien sanggup sembuh setelah sebagian minggu merintis pengobatan.

Komplikasi Penyakit Pes
Jika tidak segera ditangani, penyakit ini sanggup berujung pada komplikasi-komplikasi berikut:

Matinya jaringan tubuh
Radang selaput otak (meningitis)
Kematian
Pencegahan Penyakit Pes
Siapapun berisiko terkena penyakit pes, mengingat tikus yang jadi medium penularannya merupakan hewan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Oleh gara-gara itu, cara pencegahan penting untuk dilaksanakan guna meminimalisir risiko.

Berikut adalah cara menghindar pes yang sanggup Anda terapkan:

Menjaga kebersihan lingkungan area tinggal.
Menjaga kebersihan diri (mandi, cuci tangan, dsb.).
Menaburkan obat pembasmi tikus di lokasi-lokasi yang berpotensi jadi habitatnya.
Menghindari aktivitas-aktivitas di area yang jadi habitat tikus.
Memperkuat sistem kekebalan tubuh (makan makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup, dsb.).

Artikel Lainnya : https://penjaskes.co.id/10-teknik-dasar-sepak-bola/

Baca Juga :