Pendidikan

Pemberdayaan Manusia

Pemberdayaan Manusia

Table of Contents

Pemberdayaan Manusia

Pemberdayaan Manusia
Pemberdayaan Manusia

Pemberdayaan Manusia
Adalah dimana seorang pemimpin membangun bawahannya, memberi mereka sumber-sumber daya, wewenang, serta tanggung jawab, lalu melepaskan mereka untuk mencapainya. “Model kepemimpinan yang memberdayakan akan menjauhkan diri dari kekuasaan atas dasar posisi dimana semua orang diberikan peran kepemimpinan agar dapat berkontribusi sepenuhnya” (Maxwell.2001:227). Hanya orang-orang yang diberdayakanlah yang dapat mencapai potensinya. Seorang pemimpin tidak dapat melakukan segala pekerjaannya sendiri oleh karena itu diperlukan karyawan atau staf (tidak ada yang akan bergerak sebelum anak buah membuatnya bergerak), dengan demikian seorang pemimpin bisa berbagi dan dibantu dalam pelaksanaan impian sebagai pemimpin. Sebagian pemimpin melanggar hukum pemberdayaan:
a. Ingin memiliki kepastian kerja
Seorang pemimpin yang lemah khawatir bahwa jika pemimpin membantu para bawahannya, maka posisinya akan dapat digantikan. Namun sesungguhnya, satu-satunya cara untuk menjadikan diri seseorang tidak tergantikan adalah justru menjadikan diri dapat digantikan. Dengan kata lain, jika pemimpin terus memberdayakan dan membantu orang lain berkembang agar mampu mengambil alih tugas pemimpin maka pemimpin akan menjadi sedemikian berharga bagi organisasi sehingga tidak tergantikan. Itulah paradoks Hukum Pemberdayaan (Maxwell.2001:228).
b. Menolak perubahan
Berdasarkan sifatnya, pemberdayaan itu membawa perubahan terus-menerus karena mendorong orang untuk bertumbuh serta berinovasi, padahal John Steinbeck menyatakan “adalah sifat manusia untuk memprotes terhadap perubahan dengan bertambahnya usia, terutama, perubahan demi kebaikan” (Maxwell.2001:228).
c. Tidak memiliki harga diri
Banyak orang mendapatkan nilai pribadi serta harga dirinya dari pekerjaannya atau posisinya. Ancamlah untuk mengubah salah satunya, maka dapat mengancam harga dirinya. Itulah yang menghambat hukum pemberdayaan (Maxwell.2001:229).
Dari uraian di atas Maxwell menggambarkan bahwa kepemimpinan perlu untuk mengembangkan orang lain, menjadikan orang lain pemimpin-pemimpin baru yang dapat memimpin orang lain. Jika seorang pemimpin dapat melahirkan pemimpin yang sama dengannya atau bahkan lebih besar darinya maka pemimpin memiliki posisi yang tidak dapat tergantikan karena pemimpin telah membantu orang lain mencapai sukses. Kunci dalam memberdayakan orang lain adalah keyakinan yang besar terhadap orang lain. “memperbesar orang lain akan memperbesar anda” itulah dampak hukum pemberdayaan (Maxwell.2001:229)

Sumber :https://obatwasirambeien.id/