Pendidikan

PELAKSANAAN PERKAWINAN DI INDONESIA

PELAKSANAAN PERKAWINAN DI INDONESIA

PELAKSANAAN PERKAWINAN DI INDONESIA

PELAKSANAAN PERKAWINAN DI INDONESIA

  1. Pengertian Pernikahan

   Pernikahan merupakan salah satu sanatullah yang berlaku pada semua makhluk-Nya baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan. Ini merupakan fitrah dan kebutuhan makhluk demi kelangsungan hidupnya.

   Dalam kamus bahasa Indonesia, perkawinan berasal dari kata ‘‘kawin’’ yang menurut bahasa artinya membentuk keluarga dengan lawan jenisnya. Sedangkan menurut syara’ nikah adalah akad serah terima antara laki-laki dan perempuan dengan tujuan untuk saling memuaskan satu sama lainnya dalam membentuk sebuah bahtera rumah tangga yang sakinah serta masyarakat yang sejahtera.

       Beberapa pendapat juga menyebut pernikahan dengan kata perkawinan. Istilah ‘‘kawin’’ digunakan secara umum untuk tumbuhan dan hewan yang menunjukkan proses generatif secara alami. Berbeda dengan nikah digunakan pada manusia karena mengandung keabsahan secara hokum nasional, adat-istiadat dan terutama menurut agama. Makna nikah adalah akad atau ikatan, karena dalam suatu proses pernikahan terdapat ijab (persyaratan penyerahan dari pihak perempuan) dan Kabul (pernyataan penerimaan dari pihak lelaki). Selain itu nikah bias juga dikatan sebagai bersetubuh.

  1. Tata Cara Pernikahan Dalam Islam

     Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang shahih yaitu:

  1. Khitbah (Peminangan)

Seorang muslim yang akan menikahi seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedangdipinang orang lain (Muttafaq ‘alaihi).

  1. Akad Nikah

Dalam akad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi:

1)  Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.

2)  Adanya ijab qabul.

  1. a)Syarat ijab

(1)   Pernikahan hendaklah tepat.

(2)   Tidak boleh menggunakan perkataan sindiran.

(3)   Diucapkan oleh wali atau wakilnya.

  1. b) Syarat qabul

(1)   Ucapan harus sesuai dengan ucapan hijab.

(2)   Tiada perkataan sindiran.

(3)   Dilafazkan oleh calon suami atau wakilnya (sebab-sebab tertentu)

(4)   Menyebut nama calon istri.

(5)   Tidak selingi perkataan lain.

  1. c)Adanya Mahar

Mahar (mas kawin) adalah hak seorang wanita yang harus dibayar oleh laki-     laki yang akan menikahinya. Mahar merupakan milik seorang istri dan tidak seorang pun mengambilnya.

  1. d)Adanya Wali

Yang dikatakan wali adalah orang yang paling dekat dengan si wanita dan orang yang paling berhak untuk menikahkan wanita adalah ayahnya, lalu kakeknya, kemudian seayah-seibu, saudara seayah, paman.

Adapun syarat menjadi seorang wali yaitu:

(1)      Islam, bukan kafir atau murtad.

(2)      Lelaki dan bukannya perempuan.

(3)      Baligh.

(4)      Tidak fasik.

(5)      Tidak cacat akal pikiran.

  1. Hikmah Pernikahan

Pernikahan menjadikan proses keberlangsungan hidup manusia di dunia ini berlanjut, dari generasi ke generasi. Selain itu juga menjadi penyalur nafsu melalui hubungan suami-istri serta menghindari godaan setan yang menjerumuskan. Pernikahan juga berfungsi untuk mengatur hubungan laki-laki dan perempuan berdasarkan asas saling menolong dalam wilayah kasih saying dan penghormataan muslimah berkewajiban untuk mengerjakan tugas rumah tangganya seperti mengatur rumah, mendidik anak, dan menciptakan suasana yang menyenangkan supaya suami dapat mengerjkan kewajibannya dengan baik untuk kepentingan dunia dan akhirat.[5]

Adapun hikmah lain dalam pernikahan yaitu:

  1. Mampu menjaga kelangsungan hidup manusia dengan berkembang biak.
  2. Mampu menenangkan jiwa.
  3. Mampu membuat wanita melaksanankan tugasnya sesuai dengan tabiat kewanitaan yang diciptakan.
  4. Mampu menjaga suami-istri agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang menistakan agama dan mampu mengekang syahwat serta menahan pandangan dari sesuatu yang diharamkan.

Sumber: https://fgth.uk/guardians-of-the-galaxy-apk/