Menhan Minta Menwa dan Penataran P4 Diaktifkan Lagi

Menhan Minta Menwa dan Penataran P4 Diaktifkan Lagi


Menhan Minta Menwa dan Penataran P4 Diaktifkan Lagi

Menhan Minta Menwa dan Penataran P4 Diaktifkan Lagi
Menhan Minta Menwa dan Penataran P4 Diaktifkan Lagi

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan program bela negara

dibentuk untuk melawan paham-paham yang ingin menggantikan ideologi Pancasila, baik yang ekstrem kiri maupun ekstrem kanan. Ekstrem kiri berupa sosialis dan komunis, sementara ekstrem kanan berupa fundamentalisme agama, radikalisme dan ekstremisme. Program itu sudah dimulai tiga tahun terakhir ini untuk masyarakat umum. Tahun ini akan masuk dalam kurikulum pendidikan.

“Penguatan kesadaran bela negara dimulai sejak usia dini hingga ke perguruan tinggi. Sehingga anak-anak dan generasi muda yang belum terpengaruh akan semakin dikuatkan agar tidak mudah dipengaruhi paham radikal,” kata Ryamizard Ryacudu saat memberi sambutan dalam Rakor dan Evaluasi Pelaksanaan Bela Negara di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Ryamizard Ryacudu menjelaskan program bela negara ingin mengubah mindset

atau pola pikir para anak bangsa agar menanamkan rasa cinta terhadap bangsa. Jangan sampai generasi muda lebih mengagung-agungkan paham radikal daripada Pancasila.

“Konsep ini dibangun agar seluruh rakyat Indonesia memiliki kekuatan pikiran serta memiliki jati diri yang tidak mudah terpengaruh oleh ajak-ajakan yang memakai kedok agama Islam. Program ini sebagai kekuatan daya tahan dan daya tangkal terhadap paham-paham radikal. Semua ini dilawan dengan ideologi Pancasila,” tutur Ryamizard Ryacudu.

Ryamizard Ryacudu meminta kampus-kampus agar mengaktifkan kembali pembinaan

resimen mahasiswa (menwa), Pramuka, Kesenatan dan Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Semua program-program itu sebagai bentuk rill dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila.

“Perguruan tinggi tidak hanya mencetak intelektual yang cerdas, tetapi juga mencetak para pemimpin bangsa yang memiliki sifat kenegaraan yaitu memiliki kecintaan kepada tanah air, rela berkorban bagi bangsa dan negara serta setia kepada Pancasila dan cita-cita negara,” tutup Ryamizard Ryacudu.

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/08/12/sejarah-masjid-agung-sang-cipta-rasa/