Maarif Institute Luncurkan Buku Merawat Kewarasan Publik

Maarif Institute Luncurkan Buku Merawat Kewarasan Publik


Maarif Institute Luncurkan Buku Merawat Kewarasan Publik

Maarif Institute Luncurkan Buku Merawat Kewarasan Publik
Maarif Institute Luncurkan Buku Merawat Kewarasan Publik

Maarif Institute meluncurkan buku Merawat Kewarasan Publik: Refleksi Kritis Kader Intelektual

Muda tentang Pemikiran Ahmad Syafii Maarif di Gedung Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (23/11). Buku ini berisi gagasan dan pemikiran mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif mengenai moralitas dan keadaban publik.

Pemikiran-pemikiran Buya Syafii, sapaan Syafii Maarif, yang sebagiannya tertuang dalam buku ini diharapkan dapat menjadi pelita di tengah bangsa yang sarat dengan berbagai persoalan keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan.

“Saya berharap umat Islam di Indonesia benar-benar mengembangkan Islam yang terbuka

, inklusif, dan memberi solusi terhadap masalah bangsa,” kata Buya Syafii.

Sebagai “muazin bangsa”, Buya Syafii terus berupaya memerangi ketidakadilan, korupsi, dan mafia yang merongrong bangsa. Gagasan dan refleksi pemikirannya lahir dari keprihatinan atas kondisi bangsa, termasuk menyangkut umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia.

“Sepatutnya umat Islam tak lagi mempersoalkan hubungan Islam, keindonesiaan, dan kemanusiaan.

Saya ingin melihat ketiganya satu padu, satu tarikan nafas dalam kehidupan di negeri tercinta ini,” harapnya.

Selain peluncuran buku, Maarif Institute juga membuka Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan periode kedua. Kursus singkat ini bakal digelar pada 23 November hingga 28 November di Hotel Grand Mulya Bogor. Diikuti oleh 20 peserta, Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan ini merupakan upaya Maarif Institute untuk merawat ide-ide besar Buya Syafii mengenai kemanusiaan, kebudayaan, dan keindonesiaan.

Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhammad Abdullah Daraz menambahkan, program ini bertujuan untuk menyosialisasikan berbagai gagasan Buya Syafii yang mengusung nilai-nilai keterbukaan, kesetaraan, dan kebinekaan kepada anak-anak muda dengan berbagai latar belakang etnis, suku, agama, dan budaya.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan tunas baru, pelanjut kiprah moral dan intelektual yang selama ini telah dihidupkan Buya Syafii Maarif dalam berbangsa dan bernegara,” harapnya.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/