Pendidikan

LIKUIDITAS SEDERHANA DENGAN KONDISI SEKUTU SECARA PRIBADI MASIH MAMPU

LIKUIDITAS

LIKUIDITAS SEDERHANA DENGAN KONDISI SEKUTU SECARA PRIBADI MASIH MAMPU

LIKUIDITAS
LIKUIDITAS

Pengertian Likuidasi Sederhana (Simple Liquidation) Likuidasi sekaligus/sederhana sering disebut sebagai likuidasi serentak karena pembagian kasnya dilakukan serentak untuk semua sekutunya. Disamping itu sering disebut juga sebagai likuidasi tunggal karena realisasi non aktivanya hanya sekali saja dan menyeluruh. Pembagian kas dilakukan hanya sekali saja yaitu setelah semua aktiva non-kasnya terjual dan hutang kepada pihak ketiga maupun kepada sekutu telah dilunasi. Terdapat 5 kemungkinan yang akan terjadi di dalam likuidasi sederhana/sekaligus, yaitu:

Semua sekutu modalnya bersaldo positif.
Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif tetapi dapat ditutup dengan utang kepada sekutu yang bersangkutan.
Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif namun tidak dapat ditutup dengan utang-piutang sekutu yang bersangkutan.
Kondisi Khusus: Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif namun sekutu yang harus menyetor modal secara pribadi dalam keadaan tidak mampu.

Kondisi Khusus: Kas yang ada tidak cukup untuk melunasi Utang kepada pihak ketiga.
Pada topik 1 akan dibahas likuidasi sederhana dengan 3 kemungkinan diatas dimana semua sekutu dalam keadaan mampu, kemudian pada topik kedua dibahas mengenai likuidasi sederhana dalam keadaan khusus yaitu sekutu dalam keadaan tidak mampu dan realisasi yang terlalu kecil sehingga kas tidak cukup melunasi hutang kepada pihak ketiga.

Saldo Semua Sekutu Setelah Realisasi Bernilai Positif.

Di dalam kasus normal biasanya nilai realisasi lebih kecil daripada nilai bukunya namun kerugian akibat realisasi tidak begitu besar sehingga saldo masing-masing sekutu setelah realisasi bernilai positif semua. Langkah-langkah:

Realisasi nilai aktiva non-kas.
Membagi kerugian realisasi sesuai dengan proporsi rugi-labanya.
Pelunasan utang dagang kepada pihak ketiga.
Pelunasan hutang sekutu dan pembagian kas sekaligus.
Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif akan tetapi dapat ditutup dengan utang kepada sekutu yang bersangkutan.
Rugi realisasi yang cukup besar dapat menyebabkan saldo milik sekutu bernilai negatif (defisit) sesudah realisasi. Apabila persekutuan memiliki hutang kepada salah seorang sekutu tersebut, maka defisit sekutu tersebut dapat ditutup dengan hutang persekutuan kepada sekutu. Langkah-langkah:

Realisasi nilai aktiva non-kas.
Membagi kerugian realisasi sesuai dengan proporsi rugi-labanya.
Pelunasan utang dagang kepada pihak ketiga.
Penutupan defisit dengan pembayaran sebagian hutang sekutu.
Pelunasan hutang sekutu.

Pembagian kas.
Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif akan tetapi tidak dapat ditutup dengan utang kepada sekutu yang bersangkutan.
Rugi realisasi yang cukup besar dapat menyebabkan saldo milik sekutu bernilai negatif (defisit) sesudah realisasi. Apabila defisit lebih besar daripada hutang persekutuan kepada salah seorang sekutu tersebut, maka defisit sekutu tersebut dapat ditutup dengan sebagian hutang namun akhirnya harus ditutup sekutu yang defisit tersebut dengan setoran kas. Langkah-langkah:

Realisasi nilai aktiva non-kas.
Membagi kerugian realisasi sesuai dengan proporsi rugi-labanya.
Pelunasan utang dagang kepada pihak ketiga.
Penutupan defisit dengan pembayaran sebagian hutang sekutu.
Pembagian kas dari selisih antara modal bersih dengan penutupan defisit yang dibebankan kepada masing-masing sekutu sesuai prosentase yang telah dikurangi prosentase sekutu tidak mampu.
Kondisi Khusus: Ada sekutu yang modalnya bersaldo negatif namun sekutu yang harus menyetor modal secara pribadi dalam keadaan tidak mampu.

Rugi realisasi yang sangat besar dapat menyebabkan saldo milik sekutu bernilai negatif (defisit) sesudah realisasi. Apabila defisit lebih besar dibanding hutang persekutuan terhadap sekutu tersebut dan sekutu yang bersangkutan juga tidak mampu menyetor modal maka defisit sekutu tersebut dapat ditutup dengan modal sekutu lainnya yang masih mampu. Langkah-langkah:

Realisasi nilai aktiva non-kas.
Membagi kerugian realisasi sesuai dengan proporsi rugi-labanya.
Pelunasan utang dagang kepada pihak ketiga.
Penutupan defisit dengan pembayaran sebagian hutang sekutu.
Penutupan defisit yang dibebankan kepada masing-masing sekutu sesuai prosentase yang telah dikurangi prosentase sekutu tidak mampu.

Sumber : https://www.briefingwire.com/pr/dosenpendidikan-releases-abrand-new-article-onthe-respiratory-system-of-different-animals