Umum

Kopi Non Kafein

Kopi Non Kafein

Table of Contents

Kopi Non KafeinKopi Non Kafein

Kopi tanpa kafein atau kopi decafein (kopi decaf) bukan berarti benar-benar bebas kafein. Berdasar peraturan FDA, kopi dianggap dekafein jika kadar kafeinnya tidak mencapai 97%.
Apa alasan munculnya kopi decaf ini? Salah satunya adalah untuk kesehatan. Dinukil dari laman hm ini beberapa manfaat dan khasiat dari kopi non kafein bagi kesehatan :
  1. Kopi dekafein baik untuk liver. Sebuah studi pada 28.000 relawan menemukan bahwa orang yang 10 tahun terakhir minum kopi dekafein sekitar 3 cangkir/hari memiliki resiko rendah terhadap kerusakan enzim yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan liver.
  2. Kopi dekafein menurunkan resiko diabetes. Menurut sebuah penelitian, mereka yang minumenam cangkir kopi biasa sehari memiliki risiko 33 persen lebih rendah terkena diabetestipe 2 dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Dengan minum kopi dekafein lebih baik lagi. Secangkir kopi dekafein menurunkan resiko 6% terkena diabetes tipe 2.
  3. Kopi dekafein dapat meningkatkan kolesterol. Menurut American Heart Association, kopi dekafein dapat meningkatkan kolesterol LDL, yang dapat merugikan kesehatan jantung. Peneliti melacak tiga kelompok peserta–mereka yang minum tiga cangkir kopi sehari, mereka yang minum tiga cangkir kopi dekafein dan mereka yang tidak minum. Tiga bulan kemudian, hanya kelompok dekafein mengalami lonjakan 8 persen pada apolipoprotein B (komponen kolesterol LDL).
  4. Kopi dekafein menurunkan resiko kanker prostat. Dalamsebuah studi dari 47.911pria oleh HarvardSchool of Public Health, peneliti menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi enam cangkir kopi atau lebih sehari memiliki risiko 18 persen lebih rendah terkena kanker prostat dan 60 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena sakit tersebut.

Coklat :

Kandungan utama cokelat adalah kokoa. Zat flavanol dalam kokoa memiliki efek antioksidan yang mampu mengurangi kerusakan sel yang memengaruhi risiko kesehatan seperti sakit jantung. Kandungan flavanol dalam cokelat susu lebih sedikit dibandingkan cokelat hitam (dark chocolate).
Manfaat coklat karena mengandung senyawa antioksidan bernama flavonoid. Coklat berasal dari tanaman kakao, dan kakao adalah luar biasa kaya flavanols, jenis fitokimia flavonoid.
Pada sebuah penelitian dari situs alodokter, disebutkan bahwa cokelat bermanfaat menghindari seseorang terkena penyakit kardiovaskular. Efek-efek yang bisa didapatkan antara lain:
  1. Menurunkan tekanan darah. Rata-rata, konsumsi cokelat menekan tekanan darah sistolik hingga dua poin. Selain cokelat, beberapa makanan juga diketahui membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.
  2. Meningkatkan HDL (high-density lipoprotein) yang juga dikenal sebagai kolesterol baik. Cokelat juga sekaligus dapat menurunkan LDL(low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat.
  3. Mencegah diabetes dengan memperbaiki resistansi insulin. Untuk penderita diabetes tipe 2, manfaat lain yang didapatkan adalah meminimalisasi komplikasi dari gula darah yang tinggi. Perlu juga diketahui beberapa jenis makanan yang bersahabat bagi penderita diabetes.
  4. Memperlancar aliran darah.
  5. Dll

Sumber: https://mvagusta.co.id/facebook-uji-fitur-pengenal-wajah/