Tekno

Kominfo segera cabut izin Bolt, First Media dan Jasnita

Kominfo segera cabut izin Bolt, First Media dan Jasnita

Kominfo segera cabut izin Bolt, First Media dan Jasnita

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mencabut izin penggunaan frekuensi 2,3 GHz

untuk First Media, Internux atau Bolt dan Jasnita Telekomindo karena tidak melunasi kewajiban Biaya Hak Penggunaan (BHP).

“Siang ini surat keputusan (SK) pencabutan akan kami keluarkan,” kata Plt Humas Kominfo Ferdinandus Setu melalui pesan singkat, Senin.

Pencabutan izin penggunaan frekuensi 2,3 GHz dilandasi oleh karena ketiga perusahaan tersebut tidak melunasi kewajiban mereka hingga tenggat waktu 17 November 2018.

Informasi yang dihimpun, ketiga operator tersebut menunggak BHP

untuk tahun 2016 dan 2017, angkanya menembus miliaran rupiah untuk masing-masing perusahaan.

First Media dan Bolt, keduanya merupakan bagian dari Grup Lippo, dikabarkan masing-masing memiliki tunggakan BHP frekuensi 2,3 GHz senilai Rp364 miliar dan Rp343 miliar. Jasnita disebut menunggak sekitar Rp2,1 miliar.

Perwakilan First Media dan Bolt tidak bisa dihubungi untuk dimintai

tanggapan atas rencana pencabutan izin penggunaan frekuensi.

Direktur Enterprise Jasnita Telekomindo, Welly Kosasih melalui pesan singkat menyatakan mereka hari ini mengirimkan surat pengembalian izin kepada Kominfo, sementara itu mereka sudah tidak lagi menggunakan frekuensi 2,3 GHz.

“Kewajiban pembayaran akan tetap kami lunasi, hari ini kami hanya mengirimkan surat pengembalian izinnya,” kata Welly.

 

sumber :

https://how.co.id/seva-mobil-bekas/