Pendidikan

Kalimat efektif

Kalimat efektif

Kalimat efektif

Kalimat efektif

Dalam penulisan laporan perjalanan, kamu harus menggunakan bahasa yang baik dan benar. Kalimat yang baik dan benar mempunyai satu ciri, yaitu efektif. Kalimat dikatakan efektif apabila mampu membuat proses penyampaian berlangsung dengan sempurna. Kalimat efektif mampu membuat isi atau maksud yang disampaikannya tergambar lengkap dalam pikiran si penerima atau pembaca, persis seperti apa yang disampaikan si pembicara atau penulis (Razak, 1986:2). Pendapat ini sejalan dengan pendapat Keraf (1994:298) bahwa bahasa yang dipergunakan dalam laporan seharusnya adalah bahasa yang baik, jelas, dan teratur. Bahasa yang baik tidak perlu berarti bahwa laporan itu harus mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan. Tetapi sekurang-kurangnya dari segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain, antara satu kalimat dengan kalimat yang lain.

Kalimat efektif mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan berlangsung dengan sempurna. Kalimat efektif mampu membuat isi atau maksud penulis tergambar langsung dalam benak si pembaca. Hal itu terjadi apabila setiap kata dalam kalimat mampu mewakili maksud dan tujuan penulis. Oleh sebab itu, kalimat efektif haruslah secara sadar disusun oleh penulis untuk mencapai informasi secara maksimal. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, dan perasaan dengan tepat ditinjau dari segi diksi, struktur, dan logikanya. Dengan kata lain, kalimat efektif selalu berterima secara tata bahasa dan makna.

  1. Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Semi (2009:218) mengemukakah bahwa kalimat efektif mempunyai beberapa ciri, yaitu sebagai berikut.

  1. Kalimat laporan, jika ditinjau dari aspek tata bahasa sesuai dengan pola kalimat bahasa Indonesia yang benar. Unsur subjek dan predikat harus eksplisit. Kehadiran unsur pelengkap harus disesuaikan dengan tujuan.
  2. Laporan harus sesuai dengan tuntutan bahasa baku.
  3. Kalimat laporan haruslah mudah ditangkap maksudnya. Maksud yang diterima pembaca harus sama dengan maksud yang dikomunikasikan oleh penulis.
  4. Kalimat laporan harus ringkas atau lugas. Artinya, kalimat itu tidak berbelit-belit. Dengan menggunakan kata-kata yang sedikit dapat mengungkapkan banyak gagasan.
  5. Dalam laporan harus ada hubungan yang baik (koherensi) antara satu kalimat dengan kalimat yang lain, antara satu paragraf dengan paragraf yang lain.
  6. Kalimat laporan harus hidup. Hal ini berkaitan dengan variasi dalam kalimat. Variasi ini mencakup pilihan kata, urutan kata dalam kalimat, bentuk kalimat, dan gaya bahasa.
  7. Dalam laporan, tidak ada unsur yang tidak berfungsi. Artinya, setiap kata maupun kalimat yang digunakan ada fungsinya.
  1. Langkah-langkah Penulisan Laporan
  2. Perencanaan laporan yang akan ditulis
  3. Penelitian dan pengumpulan data yang diperlukan
  4. Perumusan kerangka pikiran yang akan dituangkan dalam isi tulisan

Dalam penulisan laporan perjalanan, struktur laporan dapat kita sederhanakan menjadi bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Pada bagian pendahuluan, kamu bisa menuliskan latar belakang dilaksanakannya perjalanan, tujuan perjalanan, peserta perjalanan, dan waktu serta tempat tujuan perjalanan. Pada bagian isi diceritakan kegiatan selama perjalanan, sementara pada bagian penutup, sampaikan pesan dan kesan kamu selama mengikuti perjalanan, tambahkan juga manfaat penulisan laporan perjalanan ini untukmu. Untuk mempermudah kegiatan menulis laporan perjalanan, terlebih dahulu buatlah kerangka laporan perjalanan dengan mengisi format di bawah ini!

No. Pokok Kerangka Kata-kata Acuan
1. Siapa yang melakukan perjalanan? Siswa kelas VII dan VIII SMPN 7 Padang
2. Apa kegiatannya?
Pendahuluan

Jalan-jalan menyongsong kenaikan kelas

3. Di mana atau ke mana tujuan perjalanan? Keliling Sumatera Barat
4. Kapan perjalanan tersebut terjadi? 20 Mei 2013
5. Bagaimana kejadian selama perjalanan?
Peristiwa 1 Seluruh siswa kelas VIII dan majelis guru berangkat dari sekolah pukul 07.00 WIB.
Peristiwa 2 Tujuan perjalanan pertama adalah Istana Basa Pagaruyung via Sitinjau Laut
Peristiwa 3
Isi

Dari Batusangkar bertolak ke Bukittinggi

Peristiwa 4 Tempat yang dikunjungi di Bukittinggi adalah great wall Koto Gadang, kebun binatang, pasar atas, dan taman Jam Gadang
Peristiwa 5 Dari Bukittinggi kembali ke Padang via Lubuk Basung.
Peristiwa 6 Sampai di Padang pukul 20.00 WIB
6. Pesan dan kesan
Penutup

Menyenangkan, melelahkan

7. Kesimpulan dan saran
  1. Penulisan laporan yang meliputi teknik  dan cara menulis.

Ada beberapa poin dalam penulisan laporan perjalanan yang harus kamu perhatikan, yaitu: (1) penyajian laporan perjalanan harus sesuai dengan struktur yang sudah disepakati, (2) laporan harus lengkap, sesuai dengan kerangka yang sudah kamu tulis, dan (3) laporan harus jelas dan runtun.

Dalam pengembangan laporan perjalanan, kamu bisa menggunakan teknik pengembangan berdasarkan urutan waktu. Teknik pengembangan ini memuat kronologis atau urutan kegiatan dengan menggunakan adik simba (a = apa, di = di mana, k = kapan, si = siapa, m = mengapa, dan ba = bagaimana). Urutan waktu yang digunakan dapat berupa jam atau hari.

Contoh:

Pada saat liburan kami sekelas mengadakan acara di Pantai Senggigi Mataram. Kami berangkat dari sekolah pada hari Minggu pagi pukul 6.00 WITA. Cukup banyak jalan yang dilewati, salah satunya adalah jalan Ampenan. Sesampainya di Senggigi, waktu sudah menunjukkan pukul 7.00. Kami beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Pada pukul 7.30 baru mengadakan aktivitas dengan berbagai kegiatan. Setelah puas, kami pulang pada pukul 16.00. Perjalanan cukup lancar sehingga kami tiba di sekolah sekitar pukul 17.00 WITA.


Baca Juga :