Umum

Industri Pengolahan Kayu Gergajian

Industri Pengolahan Kayu Gergajian

Penggolongan mesin-mesin pengolahan kayu pada prinsipnya bergantung pada jenis indutri yang dikembangkan baik itu bahan baku, tipe produk, proses produksi dan teknologinya. Untuk industri pengolahan kayu gergajian yang dilakukan mulai dari: bahan baku log di logpond/ log deck dan proses produksi yang menghasilkan kayu gergajian yang meliputi (1) data mesin dan peralatan industri pengolahan kayu gergajian, (2) data bahan baku, dan (3) tata letak dan arus produksi.

Data mesin dan peralatan industri pengolahan kayu gergajian yang ada di perusahaan mebel tersebut adalah sebagai berikut:

 

  1. Alat pembelahan kayu yaitu: serkel dan bansau
  2. Alat pemotong kasar yaitu: chinsaw dan gergaji

Alat dan mesin yang masih digunakan masih dalam kondisi layak untuk dipakai dalam produksi dan industri. Untuk jumlah mesin tidak da penjabaran detail karena masih ada peralatan yang tidak berada pada lokasi praktik. Untuk operator dan jumlah maintenance crew bergantung pada pesanan yang diminta sehingga proses penggergajian yang dilakukan biasanya mengikuti pada pesanan yang datang.

Data bahan baku yang digunakan dalam proses ini adalah kayu Meranti, Alau, Benuas dan Ulin. Proses produksi kayu gergajian ini biasanya dilajutkan dengan proses moulding maupun proses pembuatan furniture.  Bentuk specimen yang digergaji terdapat yang berbentuk seperti balok ataupun bagian yang masih lebih tipis seperti papan. Proses ini bergantung pada kebutuhan pasar yang diminta masyarakat.

2.2.2 Industri Kayu Bentukan/Moulding

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia SNI 01-5008.4-1999, kayu bentukan (moulding) rimba adalah kayu gergajian rimba (selain jati) atau kayu lainnya yang dibentuk secara khusus melalui mesin pembentuk (moulder). Bahan pembuatan moulding adalah bahan setengah jadi dan umumnya adalah sortimen kayu gergajian seperti papan lebar (plank), papan sempit (narrow), papan lis (stick). Pada praktek ini dilakukan pengamatan dimulai dari bahan yang digunakan dalam proses:

1. Penyiapan bahan baku merupakan kegiatan di mana bahan telah disediakan sesuai dengan kebutuhan produk yang ingin dibuat. Dalam praktek ini bahan telah disediakan oleh pihak mebel.

2. Pengeringan dan Pengawetan, Pada bagian ini pihak mebel kayu telah mengkondisikan bahan baku dalam keadaan kering dan siap untuk dikerjakan.

3. Proses pembentukan penampang (profil) kayu dan pemotongan (Widayawan et al., 2018)

  • Setelah bahan baku telah tersedia maka proses moulding dapat dilakukan dengan pembersihan dan pemerataan sisi bahan menggunakan pengencang.
  • Kemudian bahan dapat diukur kembali untuk menyesuaikan lebar, panjang dan tebal bahan. Untuk kali ini alat yang digunakan adalah mesin penebal sehingga nantinya ukuran bahan akan benar-benar sama dengan yang ukuran yang diharapkan. Dalam hal ini pada proses penggunaan mesin penebal tidak langsung pada ukuran yang diinginkan agar tidak terjadi kesalahan karena bagian pinggir yang terlalu  dekat dengan mata mesin.
  • Melakukan proses moulding dengan menggunakan splinter yang dalam pengaplikasiannya penting untuk dapat mengetahui beberap jenis mata splinter yang dapat digunakan.
  • Setelah memilih jenis mata mesin yang dapat dipilih maka selanjutnya adalah untuk memasang mata splinter dan mendorongnya pada mesin sehingga kayu dapat dibentuk dengan menghasilkan corak yang diinginkan.
  • Mesin pemotong dan mengamplas. Kemudian ketika telah sampai pada bagian ini maka bahan kayu tadi telah dapat memotong dan mengamplas bahan pembuatan.
  • Sehingga kayu moulding telah dapat dioperasikan.

Sumber: https://solidaritymagazine.org/kominfo-pantau-situs-tenor-yang-diblokir/