Umum

Indonesia Dibawah Pemerintahan RAFFLES

Indonesia Dibawah Pemerintahan RAFFLES

Pada tahun 1811 pimpinan Inggris di India yaitu Lord Muito memerintahkan Thomas Stamford Raffles yang berkedudukan di Penang (Malaya) untuk menguasai Pulau Jawa. Dengan mengerahkan 60 kapal, Inggris berhasil menduduki Batavia pada tanggal 26 Agustus 1811 dan pada tanggal 18 September 1811 Belanda menyerah melalui Kapitulasi Tuntang.

Pemerintahaan Inggris di Indonesia dipegang oleh Raffles yang. Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur dengan tugas mengatur pemerintahan dan peningkatan perdagangan dan keamanan.

Pemerintahan Raffles didasarkan pada prinsip liberal. Prinsip kebebasan mencakup kebebasan menanam dan kebebasan perdagangan keduanya akan menjamin kebebasan produksi eksport. Raffles bermaksud menerapkan politik colonial seperti yang di terapkan Ingris di India menurut suatu system yang kemudian dikenal dengan pajak tanah ( Landrent-sytem) Kesetaraan rakyat dapat dicapainya dengan memberikan kebebasan serta jaminan hokum. ( Sartono, 1987 : 292)

Pokok pikiran rafles adalah sebagai berikut :

  1. Penghapusan seluruh penyerahan wajib dan wajib kerja dengan member kebebasan penuh untuk kultur dan berdagang
  2. Pemerintah secara langsung mengawasi tanah-tanah, hasilnya dipungut langsung oleh pemerintah tanpa perantara Bupati yang tugasnya terbatas pada dinas-dinas umum.
  3. Penyewaan tanah di beberapa daerah dilakukan berdasarkan kontrak dan terbatas waktunya.

Bagi Rafles yang menjadi penghalang utama pelaksanaan politiknya adalah struktor masyarakat feudal yang sangat kuat kedudukannya dan system ekonomi yang masih bersifat tertutup sehingga pembayaran pajak belum dapat dilakukan sepenuhnya dengan uang tetapi dengan In Natura.

Kebijakan Raffles selama memerintah di Indonesia.

  1. a)Bidang Pemerintahan

Langkah-langkah Raffles pada bidang pemerintahan sebagai berikut :

1)      Pulau Jawa dibagi menjadi 16 keresidenan.

2)      Sistem pemerintahan feodal oleh Raffles dianggap dapat mematikan usaha-usaha rakyat.

3)      Bupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi dijadikan pegawai pemerintah kolonial yang langsung di bawah kekuasaan pemerintah pusa

  1. b)Bidang Ekonomi dan Keuangan

1)      Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte Leverantie) yang sudah diterapkan sejak zaman VOC. Kedua peraturan tersebut dianggap terlalu berat dan dapat mengurangi daya beli rakyat.

2)      Menetapkan Sistem Sewa Tanah (Landrent)

3)      Mengadakan monopoli garam dan minuman keras.

  1. c)Bidang Sosial

1)      Penghapusan kerja rodi (kerja paksa)

2)      Penghapusan perbudakan.

3)      3)  Peniadaan Pynbank (disakiti) yaitu hukuman yang sangat kejam dengan    melawan Harimau.

  1. d)Bidang ilmu pengetahuan

Masa pemerintahan Raffles di Indonesia memberikan banyak peninggalan yang berguna bagi Ilmu Pengetahuan, seperti :

1)      Menulis buku History of Java

2)      Menemukan bunga Rafflesia Arnoldi

3)      Merintis Kebun Raya Bogor

  1. e)Bidang Pertahanan dan Keamanan

1)      Membangun jalan anatara Anyer-Panarukan, baik sebagai lalu lintas pertahanan maupun perekonomian

2)      Menambah jumlah angkatan perang dari 3000 orang menjadi 20.000 orang

3)      Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang. Hal itu dilakukan karena ia tidak dapat mengharapkan lagi bantuan dari eropa akibat blokade Inggris di lautan.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/usaha-barbershop/