Umum

Ikatan kovalen ganda

Ikatan kovalen ganda

Penggunaan ikatan bersama tidak terbatas pada pasangan elektron saja. Nitrogen memiliki lima elektron valensi dan memerlukan tiga elektron lagi untuk melenhkapi oktetnya. Dalam pembentukan N2, dua atom N tidak dapat mencapai konfigurasi delapan elektron – elektron hanya dengan penggunaan bersama sepasang elektron.

Setiap atom N dalam susunan di atas hanya mempunyai enam elektron diseputarnya. Oktet yang diinginkan hanya dapat dicapai jika tiga pasang elektron digunakan bersama – sama. Ikatan yang terbentuk diantara dua atom N dinamakan ikatan ganda tiga (≡). Setiap atom N dikelilingi oleh delapan elektron.

Dengan cara yang sama, ikatan rangkap (ganda, =) terbentuk bila dua atom menggunakan bersama dua pasang elektron. Ini terjadi pada karbon dioksida, CO2. Atom C memerlukan empat elektron untuk melengkapi oktetnya. Jadi, atom C membentuk empat ikatan. Setiap atom O memerlukan dua elektron, dan masing – masing akan membentuk dua ikatan. Jadi, dalam membentuk CO2, atom C bergabung dengan dua atom O melalui ikatan rangkap.

Ø  Ikatan kovalen polar

Dalam molekul seperti H2O dan HBr yang kedua atomnya identik, pasangan elektron pembentuk ikatan digunakan sama rata diantara kedua atom. Ikatan seperti ini dikatakan ikatan kovalen nonpolar. Akan tetapi, bila dua atom yang berbeda terikat secara kovalen, elektronikatan tidak digunakan sama rata tetapi condong ke salah satu atom, maka yang terbentuk ialah ikatan kovalen polar. Hal ini terjadi karena salah satu atom menarik elektron lebih kuat ke arah dirinya dibandingkan dengan ke arah atom ainnya itu. Kemampuan untuk menarik eektron ikatan itu dinyatakan dari segi elektronegativitas.

H2O dan HBr merupakan contoh ikatan kovalen

    Ikatan kovalen koordinasi terbentuk apabila salah satu atom memberikan dua elektron sekaligus kepada atom lainnya dalam membentuk ikatan kovalen.

 Kesimpulan

Air merupakan mendium sistem koloid sitoplasma, berfungsi untuk reaksi enzimatik dan dapat terbentuk dari proses metabolisme. Sedangkan garam-garam yang mengalami ionisasi menjadi ion, berfungsi untuk mempertahankan tekanan osmotik dan keseimbangan asam basa dalam sel. Protein merupakan komponen terbesar dari sel dan merupakan polimer dari asam amino yang saling berikatan dengan ikatan peptida. Lipid merupakan senyawa yang bersifat hidrofobik dan larut dalam pelarut organik. Karbohidrat merupakan sumber energi dan komponen penting untuk dinding sel. Asam nukleat adalah makromolekul yang sangat penting untuk kelangsungan hidup sel dan juga merupakan polimer nukleotida yang saling berikatan dengan ikatan fosfodiester.

SUmber: https://ijateng.id/balitbangtan-kembangkan-kit-deteksi-kegenjahan-aren/