HOME, Rumah Singgah Anak Yatim dan Duafa

HOME, Rumah Singgah Anak Yatim dan Duafa


HOME, Rumah Singgah Anak Yatim dan Duafa

HOME, Rumah Singgah Anak Yatim dan Duafa
HOME, Rumah Singgah Anak Yatim dan Duafa

PKPU Human Initiative Jawa Barat meresmikan program HOME

(Hug, Opportunity, Mentality, dan Education). HOME merupakan rumah singgah bagi anak-anak yatim dan duafa. Di sana terdapat fasilitas belajar mengajar, berkreatifitas, dan mengembangkan bakat seperti ruang belajar, perpustakaan, laboratorium komputer, dan ruang kreatifitas. Di sana anak anak bebas “menjelajah” diri untuk menjadi anak anak yang lebih berkualitas.

Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Gun Gun Gunawan, turut hadir dalam peresmian program tersebut. Menurut dia, pemerintah dan lembaga sosial harus semakin bersinergitas dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan duafa.

“Menjadikan mereka berdaya, memiliki daya saing tinggi, dan mampu

menghadapi masa depan yang lebih baik. Jangan sampai anak-anak yatim terlantar, kekurangan gizi, dan sebagainya. Kini saatnya sama-sama membangun masyarakat karena untuk membangun masyarakat diperlukan kerja-kerja bersama,” ujar Gun Gun saat pada saat memberikan sambutan, Jalan Raya Cibiru Hilir No.4 Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung pada Kamis, (3/1/2019)

Gun Gun juga menyampaikan peran penting lembaga sosial dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama anak-anak yatim. Perlunya semakin dikembangkan sinergitas antara pemerintah dan lembaga sosial.

Setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam meraih kesuksesan

dan cita-cita. Mereka bebas bermimpi setinggi-tingginya, berkarya sesuai dengan kreatifitas mereka, dan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Tak terkecuali anak-anak yatim dan duafa.

Kepala Cabang PKPU Human Initiative Jawa Barat, Kiki Rejeki mengatakan keberadaan HOME diharapkan mampu menjadi salah satu sarana agar kegiatan belajar anak-anak yatim dan dhuafa lebih berkualitas.

“Masa pertumbuhan anak-anak itu  kan masa yang cepat dan sangat menentukan mereka ke depannya. Jika anak-anak diarahkan ke hal-hal yang positif seperti gemar membaca, senang berkreatifitas, berani mengembangkan bakatnya, ini akan menjadi modal penting tinggal kita berikan sarana dan prasana penunjangnya. HOME ini diharapkan bisa memfasilitasi anak-anak yatim dan dhuafa itu,” kata Kiki.***

 

Baca Juga :