Otomotif Uncategorized

Hambatan Perdagangan Internasional

2.4    Hambatan Perdagangan Internasional

Kebijakan perdagangan internasional di bidang impor dapat dikelompokkan menjadi dua macam kebijakan sebagai berikut (Painte, 2008).

2.5.1   Hambatan Tarif (Tariff Barier)

Kebijakan Tariff Barrier dalam bentuk bea masuk adalah sebagai berikut:

  1. Pembebanan bea masuk atau tarif rendah antara 0% – 5% dikenakan untuk bahan kebutuhan  pokok dan vital, alat-alat militer/pertahanan/keamanan, dll.
  2. Tarif sedang antara 5%-20% dikenakan untuk barang setengah jadi dan barang-barang lain yang belum cukup diproduksi dalam negeri.
  3. Tarif tinggi diatas 20% dinekanan untuk barang-barang mewah dan barang-barang lain yang sudah cukup diproduksi di dalam negeri dan bukan barang kebutuhan pokok.

Tarif adalah pungutan bea masuk yang dikenakan atas barang impor yang masuk untuk dipakai/dikonsumsi habis di dalam negeri (Hady, 2004). Kebijakan tarif terdiri dari:

  1. Tarif Nominal dan Tarif Proteksi Efektif
  2. Tarif Nominal adalah besarnya persentase tarif suatu barang tertentu yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI).
  3. Tarif Proteksi Efektif disebut juga sebagai Effective Rate of Protection (ERP) yaitu kenaikan Value Added Manufacturing (VAM) yang terjadi karena perbedaan antara persentase tarif nominal untuk barang jadi atau CBU (Completely Built-up) dengan tarif nominal untuk bahan baku atau komponen input impornya atau CKD (Completely Knock Down).