Tekno

Game “Not Tonight” gambarkan suasana Inggris pasca-Brexit

Game “Not Tonight” gambarkan suasana Inggris pasca-Brexit

Game Not Tonight gambarkan suasana Inggris pasca-Brexit

Berlatar suasana distopia yang menyelimuti Inggris pasca-Brexit, sebuah video game baru “Not Tonight” hadir dengan mengisahkan seorang tukang pukul non-pribumi di sebuah dunia yang dilanda xenophobia. Game ini mendapat respons beragam terkait pesan yang diusungnya.

Gambaran masa depan suram yang ditampilkan dalam game “Not Tonight”

dengan lagu kebangsaan “God Save the Queen” sebagai temanya, merefleksikan ketakutan Tim Constant yang menggarap game itu dalam tim beranggotakan tiga orang selama 18 bulan.

Pemain berperan sebagai penjaga klub malam yang baru saja kehilangan status kewarganegaraan Inggris dan terpaksa menjalani kerja serabutan guna memenuhi tuntutan pemerintahan otoriter, yang mengusung moto “bekerja keras, jauhi masalah, dan kami mungkin membiarkan Anda tinggal di Inggris.”

Sosok tukang pukul yang bekerja sebagai pegawai kontrak, memeriksa

identitas karakter lewat beberapa ‘klik mouse’ dan memutuskan apakah mengizinkan mereka masuk ke bar hingga apakah akan memberikan izin bagi imigran untuk masuk ke Inggris.

Grafis minimalis dan penuh warna dalam game ini mengingatkan kembali padad game-game petualangan era 90an, sedangkan tema kisahnya sendiri mirip dengan “Papers, Please,” game indie yang pernah sukses pada 2013.

“Kalau Anda melihat politik dan video game secara keseluruhan

, keduanya tidak pernah digarap serius karena hal itu bisa membuat pemain bosan,” jelas Constant, dilansir AFP, Jumat.

Namun bagi Olivier Mauco, pendiri situs Game in Society sekaligus profesor Universitas Science Po di Paris, memasukkan politik ke dunia game bisa menjadi hal berguna.

 

Baca Juga :