Budidaya

Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal

Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal

Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal –  Ternak Sapi Potong . Olahan daging sapi yang ada di pasaran sangatlah beragam dan bervariasi . Mulai dari olahan makanan seperti bakso,rendang maupun lainnya yang semuanya berbahan daging sapi . Oleh karena itu tidak mengherankan jika sekarang permintaan ketersediaan daging sapi semakin hari semakin melimpah . Hal tersebut merupakan peluang bsnis yang prospek untuk ditekuni . Berikut informasi Cara Praktis Ternak Sapi Potong Hasil Maksimal .

Tips Pemilihan Bibit Sapi :

 

  • Mulut dicari yang datar/papak
  • Kepala diusahakan yang besar sesuai dengan badannya dan bangsa
  • Leher besar dan bergelambir terutama yang j antan
  • Punggung dipilih yang datarjangan yang melengkung
  • Ekor kalau jenis dari sapi sub tropis dari pangkal ekor sampai ujung besarnya hampir sama
  • Ekor untuk sapi tropis biasanya lebih atau keadaannya merit
  • Perut diusahakan pilih yang iganya/tulang rusuk jangan terlalu melengkung
  • Kaki dicari yang tegak dan besar
  • Alat kelamin/reproduksi jantan (testis ada 2 buah ) betina lengkap (ambing besar puting ada 4 buah)

 

Selain tersebut diatas yang perlu diperhatikan yaitu :

 

  • Menentukan umur (bisa melihat gigi)
  • Membedakan jenis kelamin
  • Melihat bentuk badan (dari atas,depan dan samping)
  • Melihat bentuk ambing apabila ternak tersebut sapi perah
  • Informasi tentang silsilah ternak tersebut menggunakan recording (catatan ternak) diusahakan beli bibit jangan inbriding (minimal sampai keturunan yang ke 6 )

 

Proses Pemeliharaan Ternak Sapi :

 

  1. Perkandangan.

 

  • Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

 

     2. Pakan.

 

  • Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.

 

  • Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan.
  • Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.
  • Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.

Sumber: https://newsinfilm.com/