Umum

Bisakah Menggunakan Baby Oil di Wajah?

Baby oil telah beredar di pasaran selama lebih dari 100 tahun dan telah lama menjadi bahan pokok di pembibitan orang tua baru. Ini adalah cairan bening yang terbuat dari minyak mineral berbasis minyak bumi dan wewangian.

Menurut Johnson & Johnson, baby oil dapat dioleskan ke kulit bayi sebelum dipijat. Ini juga dapat membantu meringankan kulit kering bayi, terutama jika dioleskan saat kulit sudah lembab dengan air, seperti setelah mandi.

Baby oil bekerja dengan membentuk pelindung semi-bernapas di atas kulit. Penghalang ini mengunci kelembapan yang sudah ada di permukaan kulit.

Beberapa orang dewasa juga menggunakan baby oil di tubuh mereka untuk menghilangkan kulit kering. Beberapa bersumpah bahwa itu membuat kulit wajah mereka halus dan bercahaya. Orang juga menggunakan baby oil di banyak bagian tubuh lainnya, di rambut, dan sebagai pelumas.

Menurut penelitian yang terbatas, baby oil mungkin memiliki kemampuan untuk mengencangkan dan melembutkan kulit. Inilah yang perlu Anda ketahui jika Anda berpikir untuk menerapkannya ke wajah Anda.

Apakah baby oil baik untuk wajah Anda?

Baby oil diformulasikan menjadi hipoalergenik dan bebas dari paraben, ftalat, dan pewarna. Artinya, aman bagi kebanyakan orang untuk memakai kulit tanpa takut reaksi alergi.

Hanya ada sedikit penelitian ilmiah tentang bagaimana baby oil memengaruhi kulit, dan hampir tidak ada penelitian tentang bagaimana baby oil memengaruhi wajah. Menurut penelitian yang ada, baby oil aman untuk kulit Anda, termasuk kulit wajah.

Bisakah Anda menggunakan baby oil sebagai pelembab wajah?

Baby oil bersifat noncomedogenic, artinya tidak akan menyumbat pori-pori kulit Anda. Jadi jika Anda memiliki jenis kulit kering hingga normal, Anda bisa menggunakan baby oil untuk melembabkan wajah.

Dalam studi tahun 1993, para ilmuwan menguji empat bahan pelembab umum yang berbeda untuk melihat bagaimana bahan tersebut memengaruhi kulit orang. Salah satunya adalah mineral oil, bahan utama baby oil.

Dibandingkan dengan etanol, gliserin, dan air, air dan baby oil tampaknya memiliki efek pelembab terbesar dari semua bahan saat dioleskan ke kulit. Para ilmuwan menemukan bahwa minyak mineral membantu mengencangkan kulit, memberikan penampilan yang lebih terhidrasi.

Apakah baby oil mengurangi munculnya bekas luka dan stretch mark?

Tidak ada penelitian langsung yang menunjukkan bahwa baby oil dapat mengurangi munculnya bekas luka wajah dan stretch mark pada tubuh. Namun, penelitian tahun 1993 yang sama, Sumber tepercaya yang menemukan minyak bayi sebagai pelembab yang efektif menunjukkan bahwa klaim ini mungkin benar.

Sebagian besar bekas luka dan stretch mark tertekan ke kulit. Mengoleskan baby oil dapat membuat kulit kenyal di area ini, mengurangi tampilan bekas luka dan stretch mark secara keseluruhan. Sebuah studi tahun 1975 yang lebih tua menemukan bahwa efek minyak bayi hilang dalam waktu 48 jam setelah aplikasi. Jadi, untuk menjaga agar kulit terlihat lembab dan montok, diperlukan aplikasi ulang.

Apakah baby oil meredakan ketidaknyamanan kulit?

Para peneliti telah menemukan beberapa bukti bahwa baby oil dapat membantu meredakan ketidaknyamanan kulit, termasuk yang terkait dengan kulit kering dan kondisi seperti psoriasis.

Menurut sebuah studi tahun 2012 tentang orang-orang yang menjalani hemodialisis, minyak bayi membantu mengurangi rasa gatal secara signifikan saat dipijat ke bagian tubuh yang gatal setidaknya selama 15 menit per hari selama 3 minggu.

Baca juga: