Umum

ARTIKULASI DALIL ATAU KAIDAH

ARTIKULASI DALIL ATAU KAIDAH

  1. Firman Allah QS. Al-Nisa’ (4) : 29:

ياأيهاالذينأمنوالاتأكلواأموالكمبينكمبالباطلإلاأنتكونتجارةعنتراضمنكم …

Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kalian saling memakan (mengambil) harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela diantaramu …….

  1. Qiyas. Transaksi mudharabah, yakni penyerahan sejumlah harta (dana, modal) dari satu pihak (malik, shahib al-mal) kepada pihak lain (‘amil, mudharib) untuk diperniagakan (diproduktifkan) dan keuntungan dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan, diqiyaskan kepada transaksi musaqah.
  2. Kaidah fiqh:

الأصلفيالمعاملاتالا با حةإلاأنيدلدليلعلىتحريمها

Pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkan.

  1. Para ulama menyatakan, dalam kenyataan banyak orang yang mempunyai harta namun tidak mempunyai kepandaian dalam usaha memproduktifkannya, sementara itu tidak sedikit pula orang yang tidak memiliki harta namun ia mempunyai kemampuan dalam memproduktifkannya. Oleh karena itu, diperlukan adanya kerjasama di antara kedua pihak tersebut.

OPERASIONAL DALIL ATAU KAIDAH

Dari dalil-dalil dan kaidah-kaidah yang disebutkan di atas sesungguhnya Allah SWT memberi pelajaran dan meyuruh umatnya untuk mengelola hartanya sesuai apa yang diperintahkan Allah SWT secara baik dan benar yang bepedoman pada Al-Quran dan hadits.

Bagi kita yang memiliki harta yang banyak bisa menggunakan hartanya itu untuk ditabung untuk kebutuhan yang akan datang. Pada zaman yang modern ini lembaga perbankan semakin banyak menawarkan produk-produknya agar calon nasabah tertarik dan mau menyimpan uangnya pada bank tersebut, diantaranya yang kami bahas adalah mengenai tabungan dan deposito.

Perbankan syariah sebagai lembaga keuangan yang berprinsip-prinsip syariah yang berpedoman pada Al-Quran dan haditsseharusnya mampu mengelola banknya sesuai dengan syariat Islam. Sebagaimana di terangkan dalam surat An-Nisa’ ayat 29 yang memiliki makna bahwasannya kita tidak boleh memakan harta orang lain dengan jalan yang bathil. Transaksi yang kita lakukan harus dilakukan secara suka sama suka atau saling rela. Dari ayat inilah sebuah bank syariah dalam mengumpulkan dana dari mayarakat seharusnya dilakukan dengan cara-cara yang benar, transparan, tidak berbohong atau cuma iming-iming imbalan yang besar saja, serta tidak memaksa calon nasabah. Sehingga transaksi yang kita lakukan sesuai dengan perintah Allah dan berdasar pada kesepakatan kedua belah pihak.

Produk-produk yang ditawarkan bank bermacam-macam dalam hal untuk menarik dana dari masyarakat, dalam bank syariah ada bentuk tabungan dan bentuk deposito. Sistem tabungan yang dikerjakan bank syariah berdasarkan akad wadi’ah yadh dhamanah artinya sebagai titipan tanpa imbalan. Sedangkan deposito syariah berdasarkan akad mudharabah, semua jenis transaksi itu diperbolehkan oleh Islam.

Sesungguhnya semua kegiatan bermuamalah itu diperbolehkan kecuali ada dalil-dalil yang mengharamkannya. Kegiatan menabung dan deposito yang diterapkan oleh bank-bank syariah, sebenarnya membantu masyarakat yang memiliki harta melimpah tetapi dia tidak bisa mengolahnya, kemudian dana-dana yang terkumpul dari para nasabah dikeluarkan untuk membiayai masyarakat yang membutuhkan dana untuk melakukan usaha, sehingga bank sebagai perantara antara orang-orang yang tidak bisa mengelolanya dengan orang-orang yang memiliki keahlian tapi tidak memiliki biaya atau modal.

Baca juga: