APHI Jabar Berharap Rektor Baru Rubah Status IAIN Corebon Jadi UIN

APHI Jabar Berharap Rektor Baru Rubah Status IAIN Corebon Jadi UIN


APHI Jabar Berharap Rektor Baru Rubah Status IAIN Corebon Jadi UIN

APHI Jabar Berharap Rektor Baru Rubah Status IAIN Corebon Jadi UIN
APHI Jabar Berharap Rektor Baru Rubah Status IAIN Corebon Jadi UIN

Evaluasi anggaran dan perbaikan kurikulum SMK akan menjadi tugas utama Dinas Pendidikan

Jawa Barat dalam tiga bulan kedepan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta agar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika mengevaluasi anggaran pendidikan yang tergolong besar tetapi pencapaiannya masih kurang.

“Kurang maksimal dari sisi pencapaian tujuan, kecepatannya. Kemajuan ada,

tapi kecepatannya belum ngabret,” ucap Gubernur, Senin (7/1).

Emil, sapaan akrabnya, juga meminta Kadisdik agar segera melakukan perbaikan kurikulum SMK.

“SMK merupakan penyumbang pengangguran tertinggi di Jawa Barat

. Jadi, harus dipikirkan orientasi kurikulumnya,” ungkapnya.

Menurut hasil penelitian Pusat Penelitian Kependudukan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia tentang pendidikan vokasi, Jawa Barat termasuk daerah yang jumlah SMK-nya terus meningkat. Sampai 2018, jumlahnya mencapai 2.846 sekolah, 267 di antaranya merupakan SMK Negeri. Siswa yang ditampung mencapai lebih dari sejuta.

Sampai Agustus 2018, jumlah penduduk usia kerja sebanyak 35,96 juta. Jumlah angkatan kerjanya 22,63 juta.

Tingkat pengangguran terbukanya 8,17 persen. Dari jumlah itu, 16,97 persen merupakan lulusan SMK. Jumlah itu yang tertinggi dibandingkan lulusan dari jenjang pendidikan lainnya.

“Dua hal itu yang jadi target tiga bulan ini. Setelah itu kita akan melakukan evaluasi,” tandasnya.

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/contoh-teks-eksplanasi-tsunami/