Anggaran untuk PT Rp 200 Miliar

Anggaran untuk PT Rp 200 Miliar


Anggaran untuk PT Rp 200 Miliar

Anggaran untuk PT Rp 200 Miliar
Anggaran untuk PT Rp 200 Miliar

BANDUNG – Anggaran Kementerian Riset dan Teknologi terus dipangkas.

Dari anggaran awal Rp 5 triliun, kini hanya tersisa Rp 200 miliar.

Untuk diketahui, semula pada awal tahun anggaran untuk perguruan tinggi tersebut mencapai Rp 5 triliun. Lalu di tengah jalan, kembali dipotong menjadi Rp 2 triliun menjadi Rp 3 triliun. Jumlah tersebut ternyata dipotong kembali, sehingga anggaran yang tersisa hanya Rp 200 miliar.

Menurut perwakilan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristek Republik Indonesia Jumain Appe, anggaran yang ada saat ini hanya digunakan untuk pembangunan yang makrak. ”Sedangkan untuk perguruan tinggi berbasis industri masih belum,” ungkap Jumain kepada wartawan ditemui di ITB CEO SUMMIT 2016, kemarin (22/8).

Anggaran tersebut diakui olehnya memang tidak cukup. Akan tetapi, kondisi tersebut

tidak lantas menghentikan program perguruan tinggi menuju industri.

Dia menganjurkan, perguruan tinggi pilih-pilih program terkait industri. Saat ini berdasarkan peraturan pemerintah pada barang dan jasa agar didorong lebih kepada lokal konten.

”Berdasarkan hasil Research and Development (RND) sudah mencapai 20-25 persen yang sudah lokal konten,” ungkapnya.

Pihaknya sudah mengusulkan untuk memasukan klausul tentang prekomersialisasi RND

. Supaya nanti usaha-usaha pemula yang menghasilkan bisa ikut tander. ”Jadi tidak perlu ada sertifikasi. Yang penting dijamin oleh kementerian dan teruji,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan dan Inovasi Kewiraushaan (LPiK) Institut Teknologi Bandung Suhono H Supangkat mengatakan, diadakan acara ini agar memiliki jalan keluarga dari masalah yang ada.

”Diakui atau tidak, baik industri atau startup saat ini masih sulit untuk berkembang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini kendala yang ada still up dan kualitas yang dihasilkan kurang bersaing. Lalu, bahan mentah yang dihasilkan masih membeli di luar negeri. ”Ke depan, kami akan membuat road map terkait masalah yang ada,” tandasnya. ”Ini sebagai upaya agar inovasi yang berbasis industri ini bisa menjadi maju di Indonesia,” pungkasnya

 

Baca Juga :