Anak Bertanya mengenai Tuhan, Ini yang kita Lakukan


Anak Bertanya mengenai Tuhan, Ini yang kita Lakukan

Selain memerlukan bekal pengetahuan yang cukup, diperlukan pula suatu trik khusus supaya orang tua dapat memberi keterangan yang logis dan edukatif.
Nah, berikut urusan yang mesti kita lakukan saat anak bertanya mengenai Tuhan.

Hindari Kata-Kata yang Bisa Bermakna Ambigu untuk Anak

Pemakaian ucapan-ucapan yang dipakai oleh orang tua dalam memberi penjelasan, bakal sangat dominan terhadap pemahaman anak. Dan andai tidak diluruskan, dapat jadi urusan itu justru bakal menyesatkan pemahaman si anak yang tengah membina konsep ketuhanan dalam dirinya. Sebisa mungkin, selain memakai kata yang gampang dimengerti, pakai pula ucapan-ucapan yang tidak berpotensi memunculkan ambigu.

Misalnya, saat anak bertanya mengenai Tuhan terdapat di mana, orang tua tidak boleh lantas membalas bahwa Tuhan terdapat di atas langit. Karena jawaban tersebut dapat jadi akan memunculkan pemahaman bahwa Tuhan posisinya paling jauh dengan insan yang terdapat di bumi. Pun tidak boleh lantas membalas bahwa Tuhan terdapat di mana-mana, sebab jawaban ini pun akan memunculkan pemahaman bahwa Tuhan tersebut lebih dari satu.

Beri pemahaman pada anak, bahwa Tuhan paling dekat dengan kita, bahkan terdapat di masing-masing hati insan yang percaya terhadap-Nya, termasuk pun di hati sang anak. Dan karenanya, Tuhan bakal selalu bareng dengan si anak, di mana juga dan kapan pun.

Ajak Anak guna Berpikir Retoris

Di samping memberi keterangan dengan ucapan-ucapan yang tepat, betapa baiknya andai Anda pun mengajak anak untuk beranggapan retoris. Hal ini penting, untuk menajamkan logika beranggapan si anak. Misalnya, saat anak bertanya “mengapa Tuhan tidak dapat dilihat?”
Jika orang tua menjawab sebab Tuhan sifatnya ghaib, tentu urusan itu justru akan memunculkan persepsi bahwa Tuhan dapat disamakan dengan malaikat, jin, atau bahkan peri-peri yang acapkali terdapat dalam khayalan anak.

Jawablah dengan menyuruh anak guna berpikir, contohnya dengan memakai simulasi tangan. Ketika kita menyaksikan tangan, pasti akan terlihat ruas atau garis tangan, bukan? Nah, jajaki dekatkan tangan sedekat-dekatnya dengan mata anak. Maka, ruas atau garis itu tidak bakal lagi terlihat tetapi tetap ada. Begitulah pun dengan Tuhan. Tuhan terdapat dan paling dekat dengan manusia.

Atau, ajaklah anak untuk menyaksikan langit. Kemudian, beri keterangan bahwa langit yang luas dan besar ini hanyalah beberapa dari kuasa Tuhan, yang di luar batas keterampilan manusia. Bahkan, ujung langit pun insan tidak dapat melihatnya. Lantas, bagaimana manusia dapat melihat dzat yang menciptakannya?

Jawablah dengan Tegas tetapi Tetap Penuh Kelembutan

Hal beda yang pun harus kita lakukan saat anak bertanya mengenai Tuhan, ialah pemberian jawaban yang tegas tetapi tetap sarat kelembutan. Usahakan saat menjawab pertanyaan anak, Anda bukan lagi terbata-bata atau terlihat ragu. Jangan pula terlampau mengintimidasi atau memaksakan pemahaman dengan gaya otoriter.

Sumber : http://www.fjt2.net/gate/gb/www.pelajaran.co.id/