Syarat-Syarat Ilmu

Syarat-Syarat Ilmu


Syarat-Syarat Ilmu

Syarat-Syarat Ilmu
Syarat-Syarat Ilmu

Objektif

Suatu Ilmu harus bersifat Objektif. Dengan kata lain, suatu ilmu harus bersifat menyeluruh dan tidak hanya dapat dilihat dari satu sudut pandang saja. Suatu Ilmu seharusnya memiliki objek kajian yang masih beraitan dengan Ilmu itu sendiri. Ilmu tersebut haruslah sesuai dengan kenyataan, bukan hanya sebuah pemikiran yang belum dapat dipastikan atau di uji kebenarannya.

Sistematis

Dalam kaitannya untuk mengetahui dan menjelaskan suatu objek, suatu Ilmu haruslah bersifat sistematis. Artinya mempunyai keteraturan dalam dirinya sehingga membentuk suatu sistem yang utuh, sehingga dapat menjelaskan hal-hal yang menyangkut objek kajiannya dan juga hubungan sebab-akibatnya.

Empirik

Ilmu adalah sesuatu yang konkrit (dapat dirasakan keberadaan/objeknya). Ini berarti, segala hal yang tidak dapat kita rasakan secara konkrit tidak termasuk dalam scientific study. Contohnya seperti tauhid. Tauhid tidak dapat dikatakan sebagai scientific study, karena tauhid berkenaan dengan hal-hal yang gaib (tidak tampak).

Metodik

Dapat dikatakan sebagai Ilmu jika sudah terbukti benar. Tidak hanya oleh satu orang, melainkan juga dapat dibuktikan oleh semua orang. Dan dapat diulang dengan hasil yang sama. Contoh : segitiga memiliki sudut 180’.

syarat-syarat ilmu yang terakhir adalah Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar keumuman (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

 

Baca Artikel Lainnya: