Persiapkan Kelanjutan Pendidikan, Siswa SMA Antusias Ikuti Edufair

Persiapkan Kelanjutan Pendidikan, Siswa SMA Antusias Ikuti Edufair


Persiapkan Kelanjutan Pendidikan, Siswa SMA Antusias Ikuti Edufair

Persiapkan Kelanjutan Pendidikan, Siswa SMA Antusias Ikuti Edufair
Persiapkan Kelanjutan Pendidikan, Siswa SMA Antusias Ikuti Edufair

40 stan perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri memenuhi tenda pameran di SMA

Muhammadiyah 2 Surabaya, Kamis (2/11). Mulai dari kampus negeri dan swasta memberikan informasi terkait penerimaan dan program studi.

Siswa sekolah pun tak mau ketinggalan kesempatan. Apalagi mereka yang saat ini sedang duduk di bangku kelas XII. Mereka membutuhkan informasi untuk kelanjutan studinya setelah lulus SMA nanti.

Misalnya seperti Kemal Imaduddin. Siswa kelas XII Smamda itu tampak

berlama-lama di stan OS Selnajaya. Yakni, konsultan pendidikan untuk melanjutkan kuliah ke Jepang. “Memang tertarik kuliah di sana, khususnya jurusan yang berhubungan dengan Ekonomi,” ujarnya.
Pendidikan tinggi, siswa SMA, PTN, PTS
Siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya antusias mendengarkan penjelasan dari konsultan pendidikan (Antin Irsanti/ Jawa Pos)

Kemal mengaku tertarik dengan budaya Jepang. Dia sering mencaritahu tentang kehidupan

perkuliahan di Jepang. Karena itu dia juga menanyakan tentang kerja paruh waktu seandainya benar-benar bisa kuliah di negeri sakura itu.

Tak hanya kampus Jepang, pameran edufair juga diisi oleh beberapa perwakilan dari universitas di Singapura, Australia, dan Malaysia. Selain itu juga ada kampus kedinasan dan yang berhubungan dengan profesi. Misalnya sekolah masak.

Pameran pendidikan ini dimanfaatkan oleh 390 siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 2 yang memanfaatkan kegiatan tersebut. Selain itu, siswa kelas X dan XI juga bisa ikut melihat stan. SMA Muhammadiyah 2 juga mengundang sekolah negeri dan swasta yang ada di sekitar lingkungannya.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Astajab menuturkan, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak 5 tahun terakhir. Tujuannya, memberikan informasi kepada siswa terkait kampus dan jurusan yang bisa mereka pilih. “Mereka bisa tanya-tanya langsung dengan perwakilan kampus,” tuturnya.

Selama ini, Smamda berusaha memfasilitasi Murid-muridnya. Tak hanya menyediakan sosialisasi, mereka juga memaksimalkan kegiatan konsultasi di guru BK. Harapannya, siswa bisa menentukan jurusan sesuai dengan minat dan bakatnya.

Tahun lalu, lanjut Astajab, sebanyak 76 persen siswanya diterima di universitas negeri. Dari yang diterima itu, 80 persen di antaranya mendapatkan jurusan sesuai minat dan keahliannya. “Sebagian juga ada yang melanjutkan ke luar negeri,” ungkapnya.

 

Baca Juga :