Perguruan Tinggi Dituntut Lahirkan Lulusan Kompetitif

Perguruan Tinggi Dituntut Lahirkan Lulusan Kompetitif


Perguruan Tinggi Dituntut Lahirkan Lulusan Kompetitif

 

Perguruan Tinggi Dituntut Lahirkan Lulusan Kompetitif
Perguruan Tinggi Dituntut Lahirkan Lulusan Kompetitif

 

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Mohamad Nasir

mengingatkan para pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) untuk memperkuat basis sumber daya manusia dan menghasilkan lulusan yang kompetitif, memiliki daya juang tinggi, kreativitas, dan inovasi.

“Kompetitif tidak hanya ditentukan dengan penguasaan skill semata, namun harus dilandasi dengan karakter yang kuat sebagai pondasi dalam berjuang untuk memajukan perguruan tinggi agar mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0,” ujarnya di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jumat (7/9).

Dalam menghadapi tantangan masa kini, pemimpin perguruan tinggi

harus memperkuat inovasi. Mereka juga diminta agar meningkatkan daya saing, bisa bekerja sama sebagai satu tim, dan tidak boleh berkelompok.

“Perguruan tinggi harus mampu menjadi lokomotif dalam memperkuat konsolidasi dan persatuan ini, baik secara internal maupun secara eksternal, jalin jaringan kerja sama antar perguruan tinggi, berbagi sumber daya dan bekerja sebagai bangsa Indonesia,” tutur dia.

Dia berharap, para pimpinan yang baru saja dilantik dapat lebih fokus serta

mencurahkan tenaga dan kemampuannya untuk memperkokoh perguruan tinggi yang dipimpinnya agar sesuai dengan harapan masyarakat.

“Perguruan tinggi sebagai institusi tertinggi dalam pendidikan harus dikawal dengan manajemen yang baik, penuh integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan,” kata Nasir.

Hal itu disampaikannya usai melantik empat Pimpinan PTN periode 2018-2022. Di antaranya, yakni Dr. Andrie Elia, S.E., M.Si sebagai Rektor Universitas Palangka Raya, Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum sebagai Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom sebagai Direktur Politeknik Negeri Bali, dan Ir. Thomas Lapenangga, M.S sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

 

Sumber :

https://dogetek.co/sintaksis-kalimat-majemuk/