Pengumuman 1.009 Nama Murid Baru Tertunda, Dikbud Ini Kecewa Telkom

Pengumuman 1.009 Nama Murid Baru Tertunda, Dikbud Ini Kecewa Telkom


Pengumuman 1.009 Nama Murid Baru Tertunda, Dikbud Ini Kecewa Telkom

Pengumuman 1.009 Nama Murid Baru Tertunda, Dikbud Ini Kecewa Telkom
Pengumuman 1.009 Nama Murid Baru Tertunda, Dikbud Ini Kecewa Telkom

Waktu pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap 2 meleset. Senin (

19/6) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo seharusnya mengumumkan 1.009 nama murid baru yang diterima di 44 SMPN di Kota Delta. Eh, website pengumuman itu belum bisa diakses.

Kepala SMPN 5 Sidoarjo Achmad Lutfi menyatakan, karena kendala tersebut, pihaknya belum bisa menjalankan daftar ulang tahap 2. Sebab, sekolah belum menerima hasil pengumuman PPDB tahap 2. ”Kami menunggu sejak pukul 09.00. Di website belum muncul. Kami tunggu terus hingga pukul 14.00, juga belum muncul,” jelasnya.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya terpaksa menunda pelaksanaan daftar ulang hingga website

untuk melihat hasil pengumuman tahap 2 bisa diakses. ”Enggak mungkin juga dipaksa hari ini (kemarin, Red). Sudah terlalu sore,” katanya.

Di SMPN 5, dari hasil daftar ulang tahap 1, terdapat 12 calon peserta didik baru yang mundur. Adapun total pagu yang tersedia mencapai 256 siswa. Nah, kekosongan 12 kursi itu akan diisi calon peserta didik baru dalam pengumuman tahap 2. ”Jadi, kami masih menunggu nama-nama calon peserta didik baru yang menempati kursi kosong tersebut,” ungkapnya.

Lutfi mendapat informasi bahwa kendala website itu disebabkan masalah sistem dari Telkom. ”Kami sudah meminta konfirmasi ke dikbud. Ternyata, masalah berasal dari Telkom. Kami diminta menunggu,” ucapnya.

Molornya pengumuman hasil PPDB tahap 2 membuat waktu daftar ulang semakin sempit. Karena itu, setelah

pengumuman keluar, sekolah langsung aktif menghubungi 12 siswa yang telah masuk dalam pengumuman tahap 2. ”Takutnya, siswa nanti tidak tahu ternyata lolos masuk SMPN 5 Sidoarjo,” ujarnya.

Begitu juga SMPN 4 Sidoarjo. Dari total 302 siswa, ada dua siswa yang tidak melakukan daftar ulang pada tahap 1. ”Seharian tadi kami menunggu pengumuman saja. Belum sampai daftar ulang. Untung, kursi kosongnya hanya dua siswa,” kata Kepala SMPN 4 Sidoarjo Zainul Afani.

Sementara itu, Sekretaris Dikbud Sidoarjo Tirto Adi mengungkapkan, pengumuman PPDB tahap 2 seharusnya bisa dilihat kemarin mulai pukul 09.00. Namun, pihak Telkom mengalami masalah teknis dalam sistem webiste PPDB online Sidoarjo. ”Kami sebenarnya menyerahkan data siswa yang tidak daftar ulang tahap 1 ke Telkom sejak Sabtu (17/6),” jelasnya.

Tirto menambahkan, pengumuman PPDB tahap 2 diharapkan bisa lebih cepat dilihat masyarakat melalui website PPDB online. Namun, hingga pukul 09.00 kemarin, Telkom belum bisa mengumumkan nama yang masuk pengumuman tahap 2. ”Kami sempat marah. Sebab, (pengumuman) sudah meleset dari jadwal,” katanya.

Tirto mengakui, keterlambatan pengumuman hasil PPDB tahap 2 disebabkan masalah sistem dari Telkom. Dikbud telah meminta agar permasalahan tersebut segera teratasi. Sebab, jadwal daftar ulang tahap 2 hanya tiga hari, yakni 19–21 Juni. ”Jadi, kami kehilangan waktu sehari untuk proses daftar ulang,” ungkapnya.

Meski begitu, dikbud tidak akan menambah waktu daftar ulang tahap 2. Proses daftar ulang tahap 2 tetap dilakukan sesuai jadwal. Tirto menuturkan, pihaknya sudah meminta kepada seluruh SMPN di Sidoarjo berperan aktif dalam pelaksanaan daftar ulang tahap 2. ”Setelah pengumuman muncul, kepala sekolah harus menghubungi nama-nama siswa yang diterima pada tahap 2 untuk datang di sekolah dan melakukan daftar ulang,” ucapnya.

Jika ada siswa yang tidak bisa dihubungi, dikbud baru memberikan toleransi waktu sehari agar sekolah berusaha menghubungi kembali siswa tersebut. Setelah itu, sekolah melaporkan hasil daftar ulang tahap 2 ke dikbud. ”Kalau ada siswa yang tidak mengikuti daftar ulang tahap 2, baru diberikan kepada warga desa di sekitar sekolah,” ujarnya.

Sisa kursi kosong, jika ada siswa yang tidak melakukan daftar ulang tahap 2, akan diberikan kepada warga desa sekitar sekolah dengan syarat. Yakni, harus memiliki kartu keluarga (KK) yang sealamat dengan lokasi sekolah. Prosesnya pun dilakukan dengan koordinasi antara sekolah dengan kepala desa. ”Jadi, bukan pendaftaran baru, tapi mengisi kekosongan dengan memberikan kesempatan bagi warga sekitar sekolah. Kalau saat daftar ulang tahap 2 sudah terisi 100 persen, tidak ada rekrutmen untuk warga desa sekitar,” tuturnya

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372236/geography-concept.html