Definisi Penelitian Eksperimental


Definisi Penelitian Eksperimental

Penelitian Eksperimental
Penelitian Eksperimental

Salah satu bentuk penelitian yang dikenal dalam meneliti fenomena-fenomena non sosial adalah penelitian eksperimental. Penelitian ini biasanya dilakukan di laboratorium. Sifatnya yang membutuhkan indikasi yang jelas, konkrit dan bisa dihitung menyebabkannya hanya bisa diterapkan pada masalah-masalah yang bisa dihitung secara matematis.

Hal ini seperti yang diterapkan pada penelitian yang ingin mengetahui pengaruh pupuk A terhadap tanaman teh di dalam pot misalnya. Untuk menelitinya maka dibuatlah percobaan dengan memisahkan dua kelompok tanaman teh dalam pot, kelompok A yang diberi pupuk A setiap harinya dan kelompok B yang tidak diberi pupuk. Inikasinya adalah jumlah daun yang bisa dihitung secara periodik.

Jumlah perbedaan daun antara kelompok A dan kelompok B adalah hasil penelitian eksperimental tersebut. namun meski demikian, untuk masalah kehidupan manusia, penelitian ini meski tidak bisa diterapkan secara hakiki, tetap saja ada usaha untuk menggunakannya teknik ini dengan kuasi eksperimental atau hampir menyerupai penelitian eksperimental. Makalah ini akan menguraikan tentang masalah penelitian eksperimental.


A. Defenisi: Penelitian Eksperimental.
Eksperiment berasal dari bahasa Inggris yakni experiment yang berarti test or trial carried out carefully in order to study what happens and gain new knowledge[1] yang dalam bahasa Indonesia berarti test atau percobaan yang dilakukan dengan hati-hati untuk mempelajari apa yang terjadi dan untuk mendapatkan pengetahuan yang baru.

Experimental merupakan kata sifat turunan dari experiment yang berarti sesuatu yang digunakan berdasarkan percobaan.

Sedangkan dalam pengertian ilmiah, penelitian eksperimental berarti penelitian yang dilakukan dengan membandingkan dua kelompok sasaran penelitian dengan memberikan kondisi yang ketat untuk mendapatkan selisih antara dua kelompok tersebut.

Penelitian eksperimental merupakan suatu metode yang sistematis dan logis untuk menjawab pertanyaan: “jika sesuatu dilakukan pada kondisi-kondisi yang dikontrol dengan teliliti, maka apakah yang akan terjadi?”. Dalam hal ini, peneliti merekayasa stimuli, perlakuan dan kemudian mengobeservasi pengaruh yang timbul.[2]


B. Penelitian Eksperimental dan Kuasi Eksperimental.

Penelitian eksperimental menggunakan suatu percobaan yang dirancang secara khusus guna membangkitan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian yang menggunakan rancangan percobaan dianggap sebagai jenis penelitian yang paling diinginkan oleh seseorang peneliti. Yang dimaksud dengan percobaan ialah bagian penelitian yang membandingkan dua kelompok sasaran penelitian. Satu kelompok diberi perlakuan khusus tertentu dan satu kelompol lagi dikendalikan pada suatu keadaan yang pengaruhnya dijadikan sebagai pembanding. Karena itu kelompok kedua ini disebut sebagai kelompok pengendali, kelompok kontrol atau kelompok pembangding. Selisih tanggap antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol menjadi ukuran pengaruh perlakuan yang diberikan kepada kelompok perlakuan itu.[3]

Sebagai contoh adalah penelitian yang ingin menguji pengaruh pemberian ampas teh ke dalam pot yang ditanami bibit suplir. Untuk itu disediakan kelompok tanaman suplir dalam pot. Susunan tanahnya diusahakan sama dan tanamannya juga berumur sama. Setiap pot berisi tanah yang telah ditanami suplir itu dan yang akan digunakan sebagai saran pelaksanaan percobaan dinamakan satuan percobaan.

Penentuan pot mana saja yang ditempatkan dikelompok percobaan dan mana yang dikelompok pembanding ditentukan dengan undian. Penentuan pot yang akan disiram dan diberi ampas teh setiap pagi ditentukan melaluli undian. Air siraman untuk setiap pot pada kedua kelompok itu juga diberikan sama banyaknya. Karena itu, suplir dalam pot yang ada dalam kelompok kontrol serta suplir yang tumbuh dalam pot yang ada dalam kelompok perlakuan sama-sama tumbuh pada medium yang sama dan lingkungan yang sama pula, yang berbeda hanyalah pemberian ampas teh tersebut.

Selanjutnya dihitung berapa pertambahan jumlah daun baru dalam setiap bulan untuk setiap pot, maka perbedaan jumlah yang terdapat antara kelompok pembanding dan kelompok kontrol merupakan ukuran pengaruh pemberian ampas teh tersebut.


Sumber : Ngelag.Com