CONFRONTATION AND ESCALATION

CONFRONTATION AND ESCALATION


CONFRONTATION AND ESCALATION

CONFRONTATION AND ESCALATION
CONFRONTATION AND ESCALATION

Dalam suatu kelompok, konflik diharapkan mencapai suatu solusi dengan cepat. Tetapi, konflik antar anggota kelompok juga bisa menjadi faktor yang membuat upaya pengendalian konflik tidak dapat dilakukan dengan baik. Dalam confrontation and escalation  terdapat 6 hal yaitu, Uncertaintyà Commitment, Perception       Misperception, Weak Tactics   à   Stronger Tactics, Reciprocity   à   Upward Conflict Spiral, Few à     Many, dan Irritation   à    Anger.

Uncertainty  à  Commitment

 Setiap Anggota kelompok menjadi lebih berkomitmen dalam hal mempertahankan posisi mereka daripada memahami mengapa posisi mereka diambil alih oleh orang lain. Dalam suatu konflik meskipun mereka menyadari kesalahan mereka, tetapi, mereka tetap berdebat hanya untuk menyelamatkan wibawa mereka. Orang-orang akan membenarkan pilihan mereka ketika orang yang telah mereka pilih  tersebut telah menjadikan mereka sesuai dengan keinginan mereka.  Selain itu mereka berusaha untuk mencari dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin yang memungkinkan untuk mendukung pandangan mereka mengenai suatu hal dan ketika mereka menemukan suatu informasi yang dapat menyebabkan konflik antar anggota kelompok, mereka akan segera menolak informasi mereka. Sehingga, Kedudukan mereka akan tetap dalam keadaan semula tanpa ada perubahan.

Perception à  Misperception

Saat seseorang berkonflik dengan orang lain, reaksi yang mereka timbulkan  akan berbeda-beda berdasarkan persepsi dan seseorang yang berada dalam situasi tersebut.  Jika antar anggota mengalami perbedaan persepsi , mereka tidak akan mengubah perbedaan tesebut menjadi konflik jika perbedaan tersebut menghasilkan suatu keputusan yang baik bagi kelompok tersebut. Jika dalam setiap kelompok memiliki persepsi yang sama anggota di dalamnya antar satu dengan yang dapat mengerti satu sama lain. Tetapi, ada perceptual bias yang dapat memutarbalikkan pemikiran dari orang lain, salah satunya adalah fundamental attribution error.  Fundamental attribution error merupakan pandangan  dari anggota kelompok terhadap perilaku orang lain yang disebabkan oleh  pribadinya bukan dari situasinya.

 Weak Tactics    à  Stronger Tactics

Kita mampu mempengaruhi orang dengan berbagai cara seperti memberikan reward, hukuman, ancaman, bernegosiasi, dan lain-lain. Tetapi, ada beberapa cara yang yang dapat kita dijadikan sebagai taktik yang kuat untuk mempengaruhi orang lain dibandingkan yang lain. Seseorang biasanya menggunakan taktik yang lemah sebagai suatu permulaan konflik, tetapi, ketika konflik tersebut sudah memuncak maka mereka akan mengubah taktik mereka yang lemah menjadi  kuat bahkan sangat kuat.

Reciprocity  à   Upward Conflict Spiral

Reciprocity adalah saat dimana orang yang pernah menolong kita meminta bantuan kita, kita balik membantu mereka. Sehingga, dapat di katakan norma yang berlaku sama saat seseorang menyakiti kita, maka, kita bisa menyakiti mereka kembali.  Sehingga, dapat dikatakan bahwa reciprocity merupakan suatu balas budi, dimana ketika dalam konflik menggunakan kekerasan maka orang lain juga dapat menggunakan kekerasan untuk menyerang balik. Sebaliknya, jika dalam konflik menggunakan cara yang baik, maka, mereka akan menyelesaikan dengan cara yang baik.

 Few   à   Many

Berkoalisi  dengan kelompok lain merupakan hal yang marak terjadi di banyak kelompok. Hal tersebut dilakukan untuk menambah kekuatan bagi suatu kelompok untuk tujuan mengalahkan kelompok yang lain.  Tetapi, kelompok koalisi juga memiliki kontribusi yang sama dalam menimbulkan konflik. Sebab, ketika kelompok satu dengan yang lain berkoalisi untuk menjatuhkan kelompok yang menjadi musuh mereka maka, konflik yang terjadi akan semakin besar. Sebab, mereka melibatkan kelompok lain untuk membuat masing-masing kelompok memiliki kekuatan yang besar untuk menyelesaikan konflik.

Irritation à Anger

Tanda-tanda terjadinya sebuah konflik adalah ketika emosi negative seseorang meningkat dan perselisihan memuncak.  Seseorang akan lebih mudah mengeluarkan emosi negatifnya kepada seseorang yang mereka kenal dibandingkan dengan orang asing atau orang yang baru mereka kenal. Di sebutkan juga bahwa marah juga dapat mengakibatkan meningkatnya sisi negative dari konflik.

Escalation of Conflict

Konflik yang terjadi antar anggota kelompok atau kelompok yang satu dengan yang lain, membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang. Sebab, suatu kelompok memiliki batasan untuk tidak menjadi musuh dan lebih memilih untuk menghentikan konflik.

Conflict and reciprocity

Dapat dikatakan bahwa mereka menjawab suatu ancaman dengan acaman, kekerasan dengan kekerasan, dan begitu seterusnya. Konflik dimulai dari sedikit gangguan dan ketidaknyamanan yang terus berlanjut sehingga berubah menjadi suatu konflik.

Power and Exploitation

Meskipun kompetisi menjadi penyebab dari konflik yang terjadi antar anggota, namun, adanya dominasi dari satu anggota terhadap anggota kelompok lain juga dapat menyebabkan konflik. Sebab, mereka tidak hanya ingin mengontrol  kesempatan yang langka tetapi juga mengontrol yang lebih dari kelompok lain.

Scapegoating and conflict

Teori scapegoat mengatakan bahwa dalam konflik antar anggota kelompok, tingkat kemarahan akan meningkat dalam diri seseorang ketika mereka mengalami frustasi dan mereka akan mengeluarkannya dengan cara menyerang anggota kelompok lain yang tidak berada dalam situasi tersebut sebagai respon atas rasa frustasi dan ketidakpuasan yang dialami. Terkadang, kelompok minoritas menjadi korban dari kelompok mayoritas, sehingga, terkadang dalam melampiaskan kekesalannya kelompok minoritas akan melampiaskan ke kelompok yang lebih minortas lagi dibandingkan dengan ke kelompok yang memiliki kekuasaan yang besar.

Sumber : https://topsitenet.com/article/213042-chemical-periodic-table-system/