Bio Farma Percepat Pembuatan Faksin Flu Burung

Bio Farma Percepat Pembuatan Faksin Flu Burung


Bio Farma Percepat Pembuatan Faksin Flu Burung

Bio Farma Percepat Pembuatan Faksin Flu Burung
Bio Farma Percepat Pembuatan Faksin Flu Burung

BANDUNG – PT Bio Farma (Persero) mampu melakukan akselerasi

(percepatan) penelitian dan pengembangan vaksin H5N1 (vaksin flu burung) untuk manusia, dari yang seharusnya memerlukan waktu 15 tahun menjadi hanya lima tahun.
“Kami dapat melakukan percepatan riset dan pengembangan, dari yang seharusnya 15 tahun menjadi siap hanya dalam waktu lima tahun” kata Direktur Produksi Bio Farma, Mahendra Suhardono

Menurut Direktur Produksi Bio Farma yang juga Presiden Jaringan

Produsen Vaksin Negara-negara Berkembang (DCVMN) periode 2012-2014 itu, saat ini kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin H5N1 untuk manusia berkisar antara 5.000 sampai 10.000 dosis per tahun.
Angka tersebut masih jauh dibawah harapan yang diminta Badan Kesehatan Dunia (WHO), dimana setiap negara paling tidak harus mampu menyediakan vaksin H5N1 untuk 10 persen dari jumlah penduduk negara yang bersangkutan. Ini berarti Indonesia memerlukan sekitar 24 juta dosis vaksin H5N1 untuk mengendalikan penyebaran virus flu burung.

Sependapat dengan Mahendra, pada acara 13th Annual General Meeting DCVMN

di Bali beberapa waktu yang lalu, Presiden DCVMN periode 2010-2012 Dr. Akira Homma mengemukakan, apabila vaksin  dibuat dalam skala kecil, maka tujuan penyediaan vaksin untuk melindungi masyarakat tidak akan
“Vaksin yang dibuat oleh produsen manapun harus diproduksi dalam skala yang besar, karena memang vaksin dibuat untuk kesehatan semua orang,” kata Akira. tejo